Entri Populer
-
Gryffindor Tiga Tokoh Sentral Harry Potter Ronald Weasley Hermione Granger Satu Angkatan Dengan Harry Neville Longbottom Lavender Bro...
-
Liputan6.com, Los Angeles: Aktris cantik beranjak dewasa, Emma Watson, baru-baru ini mengaku cinta pertamanya waktu kecil jatuh ke pria tam...
-
INILAH.COM, Jakarta - Film impor yang bakal masuk ke Indonesia nanti akan dikenakan beleid baru pajak film impor. Hal ini disampaikan Ke...
-
Jakarta - Film berseri 'Harry Potter' telah memasuki babak terakhirnya. Aktor Rupert Grint yang memerankan Ron Weasley berharap k...
-
Setelah hilang marah dengan Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia ajaib mengembang, Harry Potter melarikan diri dari keluarga ...
-
WALAUPUN sudah 10 tahun melakonkan watak Hermione Granger dalam filem Harry Porter, rupa-rupanya Emma Watson mengalami masalah untuk memain...
-
Di Dunia Muggle : 1. Nama lengkapnya Fitria Asanegeri 2. nama panggilannya pipi, fitri, or fitria 3. anak ke 2 .. 4. punya saud...
-
Perbedaan film dengan novel Tidak ada peringatan dari Kementrian Sihir setelah Dobby menggunakan Mantra Melayang di rumah Keluarga Dursley,...
-
Jakarta - Anda memiliki rencana untuk menonton film 'Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2'? Sebelum menyaksikan kisah ter...
Minggu, 11 September 2011
Selasa, 19 Juli 2011
Yang mau lebih kenal dengan AKU, baca ini :D
Di Dunia Muggle :
1. Nama lengkapnya Fitria Asanegeri
2. nama panggilannya pipi, fitri, or fitria
3. anak ke 2 ..
4. punya saudara 2
5. Lahir tanggal 25 Januari 1999
6. Lahirnya di Jakarta
7. punya temen banyak, sd hampir semuanya sahabat, kalo SMP belom sahabat, masih temen, yaa paling ada 3.
8. SDnya di SDN Duri Utara 05 Pagi Jakarta Barat
9. SMPnya di SMP N 21 Jakarta Utara
10. Suka sama penyanyi yang namanya Demi Lovato dan Rossa
11. Suka sama band yang namanya Geisha
12. Suka banget sama film yang namanya Harry Potter, Laskar Pelangi, Sang Pencerah, SKUT, dll
13. Suka banget sama Daniel Radcliffe, Emma Watson, Bonnie Wright, Tom Felton, dll.
14. demen lama-lama di laptop
15. Demen sama warna merah en kuning (warna Gryffindor gityuu)
16. kalo di HarPot, suka sama Harry Potter, Hermione Granger, Ginny Weasley, Luna Lovegood, Draco Malfoy, Minerva McGonagall, Albus Dumbledore, deelel
17. Suka sama Harry Potter dari kelas 4 SD s/d Sekarang
20. suka sama penulis buku yang namanya J.K Rowling
Di Dunia Harry Potter :
1. Namanya Fimione Jane Granger
2. nama panggilannya Fimi
3. Lahir tanggal 20 Mei 19834. Sekolah di Hogwarts School Witchraft and Wizardy
5. Masuk asrama Gryffindor
6. Kakakku namanya Hermione Jane Granger
7. temen ku namanya Ginny dan Luna
8. Suka sama The Weird Sisters
9. ikut olahraga Quidditch (jadi Beater)
10. Pacarku namanya Draco Malfoy (ngareep:P)
11. Sekarang bekerja jadi Auror di Ministry of Magic
Udah dulu kali yee..
ane capek sangat ..
SEE U TOMORROW :D
1. Nama lengkapnya Fitria Asanegeri
2. nama panggilannya pipi, fitri, or fitria
3. anak ke 2 ..
4. punya saudara 2
5. Lahir tanggal 25 Januari 1999
6. Lahirnya di Jakarta
7. punya temen banyak, sd hampir semuanya sahabat, kalo SMP belom sahabat, masih temen, yaa paling ada 3.
8. SDnya di SDN Duri Utara 05 Pagi Jakarta Barat
9. SMPnya di SMP N 21 Jakarta Utara
10. Suka sama penyanyi yang namanya Demi Lovato dan Rossa
11. Suka sama band yang namanya Geisha
12. Suka banget sama film yang namanya Harry Potter, Laskar Pelangi, Sang Pencerah, SKUT, dll
13. Suka banget sama Daniel Radcliffe, Emma Watson, Bonnie Wright, Tom Felton, dll.
14. demen lama-lama di laptop
15. Demen sama warna merah en kuning (warna Gryffindor gityuu)
16. kalo di HarPot, suka sama Harry Potter, Hermione Granger, Ginny Weasley, Luna Lovegood, Draco Malfoy, Minerva McGonagall, Albus Dumbledore, deelel
17. Suka sama Harry Potter dari kelas 4 SD s/d Sekarang
20. suka sama penulis buku yang namanya J.K Rowling
Di Dunia Harry Potter :
1. Namanya Fimione Jane Granger
2. nama panggilannya Fimi
3. Lahir tanggal 20 Mei 19834. Sekolah di Hogwarts School Witchraft and Wizardy
5. Masuk asrama Gryffindor
6. Kakakku namanya Hermione Jane Granger
7. temen ku namanya Ginny dan Luna
8. Suka sama The Weird Sisters
9. ikut olahraga Quidditch (jadi Beater)
10. Pacarku namanya Draco Malfoy (ngareep:P)
11. Sekarang bekerja jadi Auror di Ministry of Magic
Udah dulu kali yee..
ane capek sangat ..
SEE U TOMORROW :D
Emma Watson, Dari Dunia Sihir ke Dongeng
Setelah 10 tahun berkutat dengan syuting film HARRY POTTER dan dunia sihirnya, Emma Watson, sang pemeran Hermione Granger kabarnya akan segera terlibat dengan peran baru. Dan tak jauh-jauh dari dunia sihir, film ini adalah karya adaptasi sebuah dongeng.
Aktris muda asal Inggris ini dikabarkan menjadi calon pemeran utama dalam film BEAUTY AND THE BEAST karya Guillermo del Toro. Film ini sendiri dijadwalkan untuk rilis tahun 2013 mendatang.
Kabar ini diumumkan oleh Denise Di Novi, sang produser, pada acara promosi filmya, CRAZY, STUPID, LOVE. Denise menyatakan bahwa dirinya dan del Toro berencana segera menggarap film ini bersama, walau detil yang lain masih dirahasiakan.
Setelah memerankan Hermione Granger dalam franchise HARRY POTTER, Emma sendiri sudah terlihat membintangi dua film layar lebar, yakni MY WEEK WITH MARILYN dan THE PERKS OF BEING A WALLFLOWER. Sedangkan, sang produser BIUTIFUL, del Toro, sedang disibukkan oleh peluncuran filmnya DON'T BE AFRAID OF THE DARK, juga persiapan Comic Con di San Diego bulan ini
Sumber : Yahoo!
Aktris muda asal Inggris ini dikabarkan menjadi calon pemeran utama dalam film BEAUTY AND THE BEAST karya Guillermo del Toro. Film ini sendiri dijadwalkan untuk rilis tahun 2013 mendatang.
Kabar ini diumumkan oleh Denise Di Novi, sang produser, pada acara promosi filmya, CRAZY, STUPID, LOVE. Denise menyatakan bahwa dirinya dan del Toro berencana segera menggarap film ini bersama, walau detil yang lain masih dirahasiakan.
Setelah memerankan Hermione Granger dalam franchise HARRY POTTER, Emma sendiri sudah terlihat membintangi dua film layar lebar, yakni MY WEEK WITH MARILYN dan THE PERKS OF BEING A WALLFLOWER. Sedangkan, sang produser BIUTIFUL, del Toro, sedang disibukkan oleh peluncuran filmnya DON'T BE AFRAID OF THE DARK, juga persiapan Comic Con di San Diego bulan ini
Sumber : Yahoo!
Minggu, 17 Juli 2011
'Harry Potter 7' & 'Transformers 3' Siap Diputar di Indonesia
Jakarta - Kabar gembira bagi penggemar film Hollywood di Indonesia. Film yang paling Anda nantikan, 'Harry Potter & the Deathly Hallows: Part 2' dan 'Transformers: Dark of the Moon' siap diputar di bioskop tanah air.
Kabar tersebut diungkapkan pihak 21 Cineplex lewat akun Twitter mereka pada Jumat (15/7/2011) dini hari. Sayangnya, sampai saat ini, mereka belum memastikan tanggal pemutaran dua film tersebut.
"Welcome Harry Potter & the Deathly Hallows: Part 2 and Transformers: Dark of the Moon, now coming soon on 21cineplex." tulis pihak 21 Cineplex.
'Harry Potter and the Deathly Hallows II' telah diputar perdana di Trafalgar Square, London, Inggris pada 7 Juli lalu. Sementara, di Singapura film yang dibintangi Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson itu dijadwalkan tayang pada 14 Juli 2011.
Sementara, 'Transformers: Dark of the Moon' telah dirilis di Amerika Serikat pada 29 Juni lalu.
(hkm/hkm)
Kabar tersebut diungkapkan pihak 21 Cineplex lewat akun Twitter mereka pada Jumat (15/7/2011) dini hari. Sayangnya, sampai saat ini, mereka belum memastikan tanggal pemutaran dua film tersebut.
"Welcome Harry Potter & the Deathly Hallows: Part 2 and Transformers: Dark of the Moon, now coming soon on 21cineplex." tulis pihak 21 Cineplex.
'Harry Potter and the Deathly Hallows II' telah diputar perdana di Trafalgar Square, London, Inggris pada 7 Juli lalu. Sementara, di Singapura film yang dibintangi Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson itu dijadwalkan tayang pada 14 Juli 2011.
Sementara, 'Transformers: Dark of the Moon' telah dirilis di Amerika Serikat pada 29 Juni lalu.
(hkm/hkm)
Baca Dulu, Baru Nonton 'Harry Potter 7: Part 2'
Jakarta - Anda memiliki rencana untuk menonton film 'Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2'? Sebelum menyaksikan kisah terakhir 'Harry Potter, Anda wajib baca yang satu ini.
Bagi yang hanya menonton tanpa membaca bukunya, bagian terakhir dari sekuel 'Harry Potter' mungkin agak membingungkan. Dengan film yang dibagi 2 bagian dan berbagai istilah, film ini menjadi agak sulit dicerna. Karenanya, baca dulu daftar di bawah ini:
Apa yang terjadi di 'Part 1'?
Lord Voldemort menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pelahap Maut, anak buah Voldemort mengambil kontrol atas Sekolah Sihir Hogwarts. Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts yang paling dihormati dibunuh oleh guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang kemudian menjadi kepala sekolah, Severus Snape.
Sementara itu, Harry Potter dan kedua sahabatnya, Ron Weasley, dan Hermione Granger mulai merencanakan menghancurkan "Horcrux" sebagai satu-satunya cara memusnahkan Voldemort. Penghancuran itu tentu saja tidak mudah, terutama karena mereka dihadang Pelahap Maut di mana-mana.
Apa itu Horcrux?
Horcrux adalah benda yang paling jahat di dunia karena digunakan Voldemort untuk menyimpan belahan jiwanya. Horcrux bisa berupa buku harian, cincin, liontin atau apapun. Voldemort membelah jiwanya menjadi 7 dan menyimpannya dalam benda-benda tersebut. Ketujuh benda tersebut harus dihancurkan untuk membunuh Voldemort. Ditambah lagi, Horcrux tidak bisa dihancurkan begitu saja. Hanya benda-benda tertentu yang bisa menghancurkannya.
Harry telah menghancurkan salah satunya dengan pedang Gryffindor namun masih banyak yang harus dicari dan dihancurkan.
Lalu, apa itu Deathly Hallows?
Deathly Hallows atau Relikui Kematian adalah benda-benda yang bisa membuat seseorang mengendalikan kematian. Benda-benda tersebut adalah Jubah Gaib, Batu Kebangkitan, dan Tongkat Sihir Elder. Voldemort pun mencari Tongkat Sihir Elder agar bisa abadi selamanya.
Harry mencari ketiga relikui tersebut untuk bisa mengalahkan Horcrux dari Voldemort.
Pensieve?
Pensieve adalah sebuah benda menyerupai baskom yang dapat menampilkan ingatan seseorang. Pensieve digunakan untuk melihat sisi lain dari sebuah ingatan. Benda sihir ini dimiliki oleh Dumbledore, Harry telah berkali-kali memasukinya. Ketika masuk Pensieve, seseorang hanya jadi "penonton" tanpa terlibat dalam ingatan itu.
Siapa anak lelaki yang selalu memakai sweater?
Neville Longbottom, anak lelaki yang memelihara kodok bernama Trevor. Setelah Harry meninggalkan sekolah untuk menghancurkan Horcrux, Neville, yang juga "kehilangan" orangtuanya oleh Dumbledore, menjadi ketua 'Laskar Dumbledore'. 'Laskar Dumbledore' adalah perkumpulan rahasia murid-murid Hogwarts yang melawan Voldemort. Anggotanya antara lain para murid Hogwarts di antaranya adik Ron, Ginny, Colin Creevey dan banyak lagi.
(sumber: LA Times)
Bagi yang hanya menonton tanpa membaca bukunya, bagian terakhir dari sekuel 'Harry Potter' mungkin agak membingungkan. Dengan film yang dibagi 2 bagian dan berbagai istilah, film ini menjadi agak sulit dicerna. Karenanya, baca dulu daftar di bawah ini:
Apa yang terjadi di 'Part 1'?
Lord Voldemort menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pelahap Maut, anak buah Voldemort mengambil kontrol atas Sekolah Sihir Hogwarts. Albus Dumbledore, kepala sekolah Hogwarts yang paling dihormati dibunuh oleh guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang kemudian menjadi kepala sekolah, Severus Snape.
Sementara itu, Harry Potter dan kedua sahabatnya, Ron Weasley, dan Hermione Granger mulai merencanakan menghancurkan "Horcrux" sebagai satu-satunya cara memusnahkan Voldemort. Penghancuran itu tentu saja tidak mudah, terutama karena mereka dihadang Pelahap Maut di mana-mana.
Apa itu Horcrux?
Horcrux adalah benda yang paling jahat di dunia karena digunakan Voldemort untuk menyimpan belahan jiwanya. Horcrux bisa berupa buku harian, cincin, liontin atau apapun. Voldemort membelah jiwanya menjadi 7 dan menyimpannya dalam benda-benda tersebut. Ketujuh benda tersebut harus dihancurkan untuk membunuh Voldemort. Ditambah lagi, Horcrux tidak bisa dihancurkan begitu saja. Hanya benda-benda tertentu yang bisa menghancurkannya.
Harry telah menghancurkan salah satunya dengan pedang Gryffindor namun masih banyak yang harus dicari dan dihancurkan.
Lalu, apa itu Deathly Hallows?
Deathly Hallows atau Relikui Kematian adalah benda-benda yang bisa membuat seseorang mengendalikan kematian. Benda-benda tersebut adalah Jubah Gaib, Batu Kebangkitan, dan Tongkat Sihir Elder. Voldemort pun mencari Tongkat Sihir Elder agar bisa abadi selamanya.
Harry mencari ketiga relikui tersebut untuk bisa mengalahkan Horcrux dari Voldemort.
Pensieve?
Pensieve adalah sebuah benda menyerupai baskom yang dapat menampilkan ingatan seseorang. Pensieve digunakan untuk melihat sisi lain dari sebuah ingatan. Benda sihir ini dimiliki oleh Dumbledore, Harry telah berkali-kali memasukinya. Ketika masuk Pensieve, seseorang hanya jadi "penonton" tanpa terlibat dalam ingatan itu.
Siapa anak lelaki yang selalu memakai sweater?
Neville Longbottom, anak lelaki yang memelihara kodok bernama Trevor. Setelah Harry meninggalkan sekolah untuk menghancurkan Horcrux, Neville, yang juga "kehilangan" orangtuanya oleh Dumbledore, menjadi ketua 'Laskar Dumbledore'. 'Laskar Dumbledore' adalah perkumpulan rahasia murid-murid Hogwarts yang melawan Voldemort. Anggotanya antara lain para murid Hogwarts di antaranya adik Ron, Ginny, Colin Creevey dan banyak lagi.
(sumber: LA Times)
Rupert Grint Berharap "Mati" di Film 'Harry Potter'
Jakarta - Film berseri 'Harry Potter' telah memasuki babak terakhirnya. Aktor Rupert Grint yang memerankan Ron Weasley berharap karakternya mati di film tersebut.
Aktor berusia 22 tahun itu mengaku ingin punya adegan mati di film science-fiction tersebut. Menurutnya hal tersebut sangatlah keren.
"Saya berharap mati di akhir film. Akan sangat keren punya adegan besar tapi mungkin setelah itu kembali hidup!" ujar Rupert dilansir Showbiz Spy, Sabtu (16/7/2011).
Dalam film, Ron adalah teman setia dari Harry Potter yang diperankan Daniel Radclift. Keduanya juga akrab dengan Hermione yang diperankan Emma Watson.
Daniel mengaku sangat lega akhirnya terlepas dari karakter Harry Potters. Emma sempat meneteskan air matanya. Dalam cerita pun para murid sekolah Hogwart itu kini telah dewasa dan mulai mengenal cinta.
Aktor berusia 22 tahun itu mengaku ingin punya adegan mati di film science-fiction tersebut. Menurutnya hal tersebut sangatlah keren.
"Saya berharap mati di akhir film. Akan sangat keren punya adegan besar tapi mungkin setelah itu kembali hidup!" ujar Rupert dilansir Showbiz Spy, Sabtu (16/7/2011).
Dalam film, Ron adalah teman setia dari Harry Potter yang diperankan Daniel Radclift. Keduanya juga akrab dengan Hermione yang diperankan Emma Watson.
Daniel mengaku sangat lega akhirnya terlepas dari karakter Harry Potters. Emma sempat meneteskan air matanya. Dalam cerita pun para murid sekolah Hogwart itu kini telah dewasa dan mulai mengenal cinta.
Harry Potter 7 Part 2 Catat Rekor, Kalahkan Twilight dan (Mungkin) The Dark Knight .
FILM Harry Potter terakhir menunjukkan mantra sihir paling ampuhnya.
Buktinya, film berjudul lengkap Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 ini jadi film dengan untung paling banyak di hari pertama pemutarannya di box office Amerika Utara. Demikian kabar yang dilansir Associated Press, Minggu (17/7). Harry Potter 7 Part 2, yang tayang perdana sejak Jumat kemarin di AS, meraup AS$ 92,1 juta di hari pertamanya.
Angka itu hampir AS$ 20 juta lebih tinggi dari pemegang rekor hari pertama sebelumnya, The Twilight Saga: New Moon, yang meraih AS$ 72,2 juta di hari pertama pemutaran.
Film Harry Potter 7 Part 2 juga mencatat rekor penayangan midnight dengan angka AS$ 43,5 juta. Angka itu melebihi perolehan The Twiilight Saga: Eclipse yang meraih AS$ 30 juta pada pertunjukkan midnight tahun lalu.
Para analis box office di Hollywood.com meramalkan film pamungkas Harry Potter ini bakal mengalahkan rekor angka pemutaran akhir pekan pertama AS$ 158,4 juta yang diraih The Dark Knight.
Kita lihat saja (dan semoga filmnya betulan segera edar di sini.).
Buktinya, film berjudul lengkap Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 ini jadi film dengan untung paling banyak di hari pertama pemutarannya di box office Amerika Utara. Demikian kabar yang dilansir Associated Press, Minggu (17/7). Harry Potter 7 Part 2, yang tayang perdana sejak Jumat kemarin di AS, meraup AS$ 92,1 juta di hari pertamanya.
Angka itu hampir AS$ 20 juta lebih tinggi dari pemegang rekor hari pertama sebelumnya, The Twilight Saga: New Moon, yang meraih AS$ 72,2 juta di hari pertama pemutaran.
Film Harry Potter 7 Part 2 juga mencatat rekor penayangan midnight dengan angka AS$ 43,5 juta. Angka itu melebihi perolehan The Twiilight Saga: Eclipse yang meraih AS$ 30 juta pada pertunjukkan midnight tahun lalu.
Para analis box office di Hollywood.com meramalkan film pamungkas Harry Potter ini bakal mengalahkan rekor angka pemutaran akhir pekan pertama AS$ 158,4 juta yang diraih The Dark Knight.
Kita lihat saja (dan semoga filmnya betulan segera edar di sini.).
Film Impor Dipastikan Terkena Beleid Baru
INILAH.COM, Jakarta - Film impor yang bakal masuk ke Indonesia nanti akan dikenakan beleid baru pajak film impor.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro. Dalam hal pengenaan pajak baru film impor ini, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang sudah diterbitkan pada 13 Juli 2011. PMK ini memastikan tidak ada penundaan pajak film impor sampai dua tahun ke depan. Selain itu, aturan baru ini akan mengenakan hitungan nilai tertentu dalam pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) film impor.
Nilai yang menjadi patokan pengenaan PPN adalah sebesar Rp12 juta per copy film impor. "Jadi, laku atau tidaknya film yang diimpor, patokan pengenaan pajak tetap sebesar itu. Dan dari jumlah itu baru dikenakan PPN sebesar 10 persen," ujar Bambang.
PPN ini pun, lanjut Bambang, akan dikenakan pada awal film masuk. Sementara, di beleid yang lama, patokan nilai PPN berdasarkan perkiraan omzet film. Menurutnya, beleid yang baru ini lebih sederhana dan mudah dalam pemungutannya, karena patokan PPN dihitung seragam.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brojonegoro. Dalam hal pengenaan pajak baru film impor ini, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang sudah diterbitkan pada 13 Juli 2011. PMK ini memastikan tidak ada penundaan pajak film impor sampai dua tahun ke depan. Selain itu, aturan baru ini akan mengenakan hitungan nilai tertentu dalam pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) film impor.
Nilai yang menjadi patokan pengenaan PPN adalah sebesar Rp12 juta per copy film impor. "Jadi, laku atau tidaknya film yang diimpor, patokan pengenaan pajak tetap sebesar itu. Dan dari jumlah itu baru dikenakan PPN sebesar 10 persen," ujar Bambang.
PPN ini pun, lanjut Bambang, akan dikenakan pada awal film masuk. Sementara, di beleid yang lama, patokan nilai PPN berdasarkan perkiraan omzet film. Menurutnya, beleid yang baru ini lebih sederhana dan mudah dalam pemungutannya, karena patokan PPN dihitung seragam.
Mudah-mudahan, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 tetep masuk di Indonesia ya ..
Setuju ndaakk ??
Minggu, 03 Juli 2011
Emma Watson Tak Pandai Marah
WALAUPUN sudah 10 tahun melakonkan watak Hermione Granger dalam filem Harry Porter, rupa-rupanya Emma Watson mengalami masalah untuk memainkan emosinya lebih-lebih lagi bila diminta melakonkan perasaan marah.
Aktres yang kini menyambung pengajiannya di University Rhode Island, Kingston, Amerika Syarikat (AS) itu tidak menyangka dunia lakonan Hollywood yang disertainya sejak tahun 2001 tidak membantu langsung dalam kelas lakonan yang diambil.
"Guru lakonan saya berkata. Saya mempunyai masalah dalam menjiwai watak seorang pemarah. Dan saya hampir menangis ketika disuruh beremosi seperti itu kerana langsung tidak boleh melakukannya," katanya kepada laman portal aceshowbiz.com.
Tambah Emma dia juga mengakui bahawa dia sangat takut untuk melakonkan watak negatif seperti wanita seksi atau gadis nakal.
"Saya sering menyimpan emosi negatif di 'sebuah tempat' dan agak takut untuk 'mengeluarkannya.
" Dan jika saya membiarkan diri menjadi seksi dan kuat, terasa semacam pula dibuatnya. Bagi saya watak itu mampu menimbulkan perasaan yang aneh," ujarnya.
Aktres yang kini menyambung pengajiannya di University Rhode Island, Kingston, Amerika Syarikat (AS) itu tidak menyangka dunia lakonan Hollywood yang disertainya sejak tahun 2001 tidak membantu langsung dalam kelas lakonan yang diambil.
"Guru lakonan saya berkata. Saya mempunyai masalah dalam menjiwai watak seorang pemarah. Dan saya hampir menangis ketika disuruh beremosi seperti itu kerana langsung tidak boleh melakukannya," katanya kepada laman portal aceshowbiz.com.
Tambah Emma dia juga mengakui bahawa dia sangat takut untuk melakonkan watak negatif seperti wanita seksi atau gadis nakal.
"Saya sering menyimpan emosi negatif di 'sebuah tempat' dan agak takut untuk 'mengeluarkannya.
" Dan jika saya membiarkan diri menjadi seksi dan kuat, terasa semacam pula dibuatnya. Bagi saya watak itu mampu menimbulkan perasaan yang aneh," ujarnya.
Tom Felton Ternyata Cinta Pertama Emma Watson
Liputan6.com, Los Angeles: Aktris cantik beranjak dewasa, Emma Watson, baru-baru ini mengaku cinta pertamanya waktu kecil jatuh ke pria tampan yang juga bintang Harry Potter, yakni Tom Felton. Watson ungkapkan kabar itu langsung saat diwawancarai sebuah majalah di Amerika Serikat.
Felton adalah pemeran tokoh antagonis Draco Malfoy. Laman Contactmusic.com juga mewartakan, aktris yang memerankan tokoh Hermione Granger mengaku jatuh cinta pada Felton pada saat berusia 11 tahun. "Saat aku membintangi dua film pertama Harry Potter, aku jatuh cinta melihat sosok Tom Felton. Dia itu cinta pertamaku," ungkap Watson kepada majalah Seventeen.Watson juga mengatakan, kini hubungannya dengan Felton sebatas sahabat dan sudah dianggap seperti keluarga. Sebelumnya, pemilik nama lengkap Emma Charlotte Duerre Watson juga pernah mengencani bintang film The Perks of Being a Wallflower Johnny Simmon dan penyanyi band indie One Night Only George Craig.
Selasa, 28 Juni 2011
Harry Potter dan Relikui Kematian
Meninggalkan rumah Dursley
Harry Potter memasuki umur 17 tahun di mana ia mencapai umur kedewasaan secara dunia sihir. Sebelum berumur 17 tahun, Harry masih terlindung dari Voldemort selama ia tinggal di rumah keluarga Dursley yang memiliki pertalian darah dengannya. Dengan memasuki umur kedewasaannya, mantera itu akan terangkat dengan sendirinya dan mengharuskan Harry untuk melindungi dirinya sendiri.Atas informasi dari Severus Snape, Lord Voldemort dan para pengikutnya mengetahui informasi mengenai akan terangkatnya mantera perlindungan ini dan berencana untuk menyergap Harry ketika ia akan meninggalkan rumah keluarga Dursley. Voldemort juga sedang mencari tongkat sihir baru yang dapat mengatasi tongkat sihir Harry. Sesaat sebelum mantera perlindungan Harry berakhir, keluarga Dursley diamankan ke tempat yang dirahasiakan, dan beberapa anggota Orde Phoenix tiba untuk mengawal Harry ke tempat yang aman. Enam orang menyamar sebagai Harry, tapi Harry yang asli ketahuan dalam perjalanan dan diserang oleh Voldemort dan para Pelahap Mautnya. Harry berhasil melarikan diri ke rumah keluarga Weasley, the Burrow, tapi Hedwig dan Mad-Eye Moody terbunuh dalam pertempuran.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir Rufus Scrimgeour tiba di kediaman Weasley lalu dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Deluminator untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan/menyalakan cahaya); buku cerita anak-anak penyihir untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan Snitch pertama yang ditangkap Harry dalam pertandingan Quidditch pertamanya. Namun demikian, pedang Gryffindor ditahan oleh Menteri Sihir, karena kementerian berpendapat bahwa pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Belakangan, dari Snitch itu muncul sebuah petunjuk yang ditulis oleh Dumbledore: "Aku membuka pada penutup" (bahasa Inggris: "I open at the close"). Walaupun ketiganya belum dapat mengetahui mengapa Dumbledore meninggalkan masing-masing mereka benda-benda tersebut, mereka mempercayai bahwa benda-benda itu dimaksudkan entah bagaimana untuk membantu mereka menemukan semua Horcrux Lord Voldemort.
Pencarian Horcrux
Dalam resepsi pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, Patronus dari Kingsley Shacklebolt muncul dengan peringatan bahwa Kementerian Sihir telah jatuh dan para Pelahap Maut sedang mendatangi mereka. Harry, Ron, dan Hermione melarikan diri dengan berdisapparate, dan akhirnya berlindung di markas besar Orde Phoenix yang telah ditinggalkan di Grimmauld Place nomor dua belas, rumah yang diwarisi Harry dari Sirius Black. Di rumah ini, Harry mendapati bahwa ternyata adik Sirius, Regulus yang tewas oleh Voldemort, memiliki nama Regulus Arcturus Black yang berinisial sama dengan "R.A.B." yakni orang yang mengambil Horcrux liontin Salazar Slytherin dari gua pinggir laut yang tersembunyi.[HP6] Hermione teringat pernah melihat sebuah liontin di antara barang-barang milik Kreacher, peri rumah di tempat itu. Kreacher merujuk Mundungus Fletcher yang mengakui telah mencuri liontin itu dari si peri rumah dan menggunakannya untuk menyogok Dolores Umbridge. Yakin bahwa liontin itu salah satu Horcrux yang sedang mereka cari, ketiganya memasuki Kementerian Sihir menggunakan samaran Ramuan Polijus. Mereka berhasil mengambil liontin itu dari leher Umbridge tanpa disadarinya, tapi tempat persembunyian mereka di Grimmauld Place berhasil diketahui musuh.Ketiga sahabat itu melarikan diri. Mereka tidak berhasil membuka apalagi menghancurkan liontin itu, dan bergantian memakai liontin itu untuk menjaganya. Mereka juga berhasil mengetahui bahwa pedang "warisan Dumbledore" yang ditahan oleh kementerian sebenarnya adalah pedang tiruan; dan bahwa pedang Gryffindor yang aslilah yang dapat menghancurkan Horcrux-Horcrux itu. Harry hendak mencari pedang itu, tapi Ron, yang khawatir akan keamanan keluarga dan kecewa karena ternyata Harry tidak memiliki rencana apa pun dari Dumbledore, meninggalkan Harry dan Hermione. Keduanya kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari pedang itu. Di sana, mereka disergap oleh Nagini. Ketika mereka berhasil melarikan diri, Hermione tanpa sengaja mematahkan tongkat sihir Harry.
Di Hutan Dean, Harry melihat sebuah Patronus berbentuk Rusa betina di dekat tempat mereka berkemah. Patronus itu membawanya ke sebuah kolam es berisikan pedang Gryffindor. Ketika Harry berusaha untuk menyelam ke dalam kolam es untuk mengambil pedang tersebut, Horcrux liontin yang dikenakannya tiba-tiba mengetat dan berusaha mencekik lehernya. Ron, yang menggunakan Deluminator untuk mencari Harry dan Hermione, tiba dan berhasil menyelamatkan Harry dari tenggelam di kolam itu, mengambil pedang, dan kemudian berhasil menghancurkan liontin itu. Ron memperingatkan Harry dan Hermione bahwa nama Voldemort sekarang telah menjadi dimanterai Tabu - sehingga orang yang berani menyebut nama itu akan menyebabkan tempatnya bersembunyi akan tersingkap..
Relikui Kematian
Ketiga sahabat pergi mengunjungi Xenophilius Lovegood, ayah Luna, untuk menanyakan mengenai simbol yang pernah mereka lihat dari tato Xenophilius dan simbol yang sama dengan simbol yang ada di buku anak-anak milik Hermione. Lovegood menyatakan bahwa simbol itu adalah simbol dari Relikui Kematian (the Deathly Hallows), tiga benda legendaris yang dapat menaklukkan kematian: Tongkat sihir Elder (Elder Wand), Batu Kebangkitan (Sorcerer Stone), dan Jubah Gaib. Ketika ditekan mengenai keberadaan Luna, Lovegood mengakui bahwa para Pelahap Maut telah menculik putrinya; dan bahwa ia juga telah memberitahu Kementerian Sihir (yang telah dikontrol oleh para Pelahap Maut) mengenai keberadaan ketiganya; namun mereka berhasil melarikan diri.Beberapa pemburu harta karun menangkap ketiganya di perkemahan mereka setelah Harry secara ceroboh menyebut nama Voldemort. Mereka dipenjarakan di rumah keluarga Malfoy, bersama-sama dengan Luna Lovegood, Dean Thomas, Ollivander si pembuat tongkat sihir, dan goblin Griphook. Ketika menemukan pedang Gryffindor di antara milik mereka, Bellatrix Lestrange mencurigai bahwa mereka telah mencuri masuk ke tempat penyimpanan miliknya di Bank Gringott. Bellatrix menyiksa Hermione untuk mendapatkan informasi. Dobby berapparate ke penjara bawah tanah tempat mereka semua disekap dan menyelamatkan mereka. Petter Pettigrew turun ke bawah tanah untuk menyelidiki kegaduhan dan mencekik Harry, yang mengingatkan bahwa Pettigrew berhutang nyawa kepadanya.[HP3] Cengkeraman Pettigrew melemah, tangan peraknya terlepas dan mencekik tuannya sendiri sampai mati sebagai balasan hutang nyawa itu. Harry dan Ron berlarian menaiki tangga untuk menyelamatkan Hermione. Ron melucuti Bellatrix sementara Harry mengalahkan dan mengambil tongkat sihir Draco. Dobby muncul kembali dan mereka berempat berapparate ke rumah Bill dan Fleur Weasley. Sesaat sebelum mereka menghilang, Bellatrix melemparkan pisau dan secara fatal menembus tubuh Dobby.
Di kediaman Bill, Ollivander membenarkan akan keberadaan Tongkat Elder itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah tongkat sihir dapat memilih untuk berganti ke tuan yang baru jika pemiliknya dikalahkan atau dilucuti. Tindakan Bellatrix meyakinkan ketiga sahabat itu bahwa ada Horcrux lain yang disembunyikan di lemari besi Lestrange. Dengan bantuan Griphook, mereka memasuki Gringotts dan berhasil mengambil Horcrux yang lainnya, Piala Helga Hufflepuff. Griphook mencuri pedang Gryffindor, karena menganggap bahwa pedang itu sesungguhnya adalah milik kaum Goblin, dan ketiga sahabat berhasil melarikan Horcrux Piala itu. Dengan kejadian ini, Voldemort, yang berhasil mencuri Tongkat Elder dari makam Dumbledore, menyadari sepenuhnya bahwa Harry Potter dan sahabat-sahabatnya sedang mencari dan menghancurkan Horcrux-Horcruxnya. Secara tidak sengaja, pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort yang mengungkapkan bahwa ada satu lagi Horcrux yang disembunyikan di Hogwarts. Harry segera menyadari bahwa Horcrux di Hogwarts ini adalah Mahkota Rowena Ravenclaw.
Pertempuran Hogwarts
Di Hogsmeade, Aberforth Dumbledore membantu Harry, Ron, dan Hermione untuk menyelinap masuk ke Hogwarts. Harry memperingatkan para staf pengajar Hogwarts bahwa Voldemort akan segera datang menyerbu. Orde Phoenix, Laskar Dombledore, para pelajar, dan banyak alumni Hogwarts tiba di sana ketika para pengikut Voldemort tiba menyerang. Pertempuran ini memakan banyak korban, di antaranya adalah Fred Weasley, Remus Lupin, Nymphadora Tonks, dan Colin Creevey. Sementara Harry mencari Horcrux Mahkota itu, Ron dan Hermione memasuki Kamar Rahasia untuk mengambil taring ular Basilisk yang dahulu dibunuh oleh Harry.[HP2] Hermione menggunakan taring itu untuk menghancurkan Horcrux Piala Hufflepuff. Dalam pencarian itu, Harry kemudian teringat bahwa ia pernah melihat Mahkota itu di Kamar Kebutuhan. Di kamar itu, ketiganya diserang oleh Malfoy, Crabbe, dan Goyle. Crabbe mempergunakan mantera Fiendfyre yang sangat kuat yang malah membunuh dirinya sendiri dan juga menghancurkan mahkota itu.Pikiran Harry terhubung dengan pikiran Voldemort kembali, dan ketiganya segera pergi ke Shrieking Shack. Mereka mendengar Voldemort memberitahu Snape bahwa Tongkat Elder tidak dapat digunakannya dengan baik dikarenakan Snape telah menjadi tuan atas Tongkat itu setelah Snape membunuh pemilik Tongkat itu sebelumnya, Albus Dumbledore.[HP6] Voldemort yakin bahwa dengan membunuh Snape maka Tongkat itu akan menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyuruh Nagini untuk membunuh Snape, kemudian pergi ke Hogwarts. Ketika Snape sedang jatuh sekarat, ia memberikan Harry memorinya. Memori ini kemudian mengungkapkan bahwa Snape, sekalipun tidak sepenuhnya baik, adalah orang yang setia kepada Dumbledore, didorong oleh cinta seumur hidupnya kepada ibu Harry, Lily Potter. Dumbledore, yang hidupnya sudah tidak lama lagi akibat kutukan yang mengenainya dari Horcrux Cincin Gaunt, telah menyuruh Snape untuk membunuh Dumbledore bila perlu, untuk melindungi peranan Snape dalam Orde Phoenix dan juga untuk menggantikan Draco Malfoy yang ditugasi Voldemort untuk membunuh kepala sekolahnya. Adalah Snape juga yang mengirimkan Patronus Rusa betina yang mengantar Harry ke pedang Gryffindor. Memori itu juga mengungkapkan bahwa Harry sendiri adalah Horcrux — Voldemort tidak akan dapat dibunuh selama Harry masih hidup.
Pasrah akan nasibnya, Harry pergi seorang diri ke Hutan Terlarang di mana Voldemort telah menunggu. Dalam perjalan itu, Harry menemukan petunjuk dari Snitch, yang membuka dan di dalamnya terdapat Batu Kebangkitan. Harry memanggil arwah dari orang tuanya, Sirius Black dan Remus Lupin, yang menenangkan dan menemaninya ke tempat Voldemort. Ia kemudian membiarkan kutukan Voldemort, Avada Kedavra, mengenai dirinya. Harry terbangun di suatu tempat seperti di dunia lain dan tidak yakin apakah ia masih hidup atau sudah mati. Albus Dumbledore muncul dan menjelaskan bahwa bagian jiwa Voldemort yang berada di dalam diri Harry telah dihancurkan oleh kutukan pembunuh itu. Ia menjelaskan juga bahwa seperti Voldemort tidak dapat dibunuh sementara bagian jiwanya masih tersisa, maka Harry juga tidak dapat dibunuh sementara darahnya masih mengalir di tubuh Voldemort. Harry, yang berhasil "mengalahkan maut" dengan menyatukan ketiga Relikui Kematian, mendapat pilihan untuk "meninggalkan dunia" atau kembali hidup di dunia.
Harry memilih hidup kembali, tapi ia berpura-pura telah tewas. Voldemort menyuruh Hagrid untuk membawa Harry ke Hogwarts sebagai tanda kemenangan. Ketika pertempuran memanas kembali, Harry memakai Jubah Gaib. Neville menarik pedang Gryffindor dari Topi Seleksi dan berhasil memenggal kepala Nagini, menghancurkan Horcrux terakhir. Penduduk desa Hogsmeade, para Centaurus dari hutan, dan para peri rumah Hogwarts ikut dalam pertempuran melawan para Pelahap Maut, yang mulai berbalik kalah unggul dalam jumlah. Di dalam kastil, McGonagall, Kingsley, dan Slughorn berduel melawan Voldemort; sementara Ginny, Hermione, dan Luna melawan Bellatrix Lestrange. Ketika sebuah kutukan pembunuh hampir mengenai Ginny, Molly Weasley terjun ke pertempuran, mendorong para gadis menjauh, dan dengan sengit bertempur dengan Bellatrix. Ia berhasil membunuh Bellatrix dengan manteranya. Harry menampakkan dirinya kembali dan menantang Voldemort. Harry berhasil menyimpulkan bahwa Voldemort bukanlah pemilik sejati dari Tongkat Elder. Ketika Draco Malfoy melucuti Dumbledore di Menara Astronomi, Draco tanpa sadar telah menjadi pemilik Tongkat Elder; dan ketika Harry belakangan merebut tongkat Draco setelah mengalahkannya, ia sendiri menjadi pemilik baru yang sejati dari Tongkat Elder. Voldemort melemparkan Kutukan Pembunuh kepada Harry yang dilawan Harry dengan Mantera Pelucutan Senjata; namun Tongkat Elder melindungi tuannya sehingga kutukan Voldemort memantul dan berbalik membunuh Voldemort sendiri.
Setelah pertempuran berakhir, Harry mendatangi lukisan Dumbledore. Ia memberitahu bahwa ia akan menyimpan Jubah Gaib itu, tapi untuk mencegah ketiga Relikui Kematian itu bersatu kembali, Batu Kebangkitan akan dibiarkan di tempat ia terjatuh di Hutan Terlarang, dan Tongkat Elder akan dikembalikan ke makam Dumbledore. Jika Harry kelak meninggal tanpa terkalahkan, maka kekuatan Tongkat Elder akan padam seiring dengan kematiannya. Lukisan Dumbledore menganggukkan persetujuannya. Sebelum menempatkan Tongkat Elder kembali ke makam itu, Harry mempergunakannya untuk memperbaiki tongkat sihirnya sendiri yang patah, karena Harry merasa lebih nyaman menggunakan tongkat miliknya sendiri.
[sunting] Epilog
Sembilan belas tahun kemudian, Harry telah menikah dengan Ginny Weasley, dan mereka memiliki tiga anak bernama James Sirius, Albus Severus, dan Lily Luna. Ron dan Hermione juga menikah dan memiliki dua anak, Rose dan Hugo. Keluarga-keluarga itu bertemu di Stasiun King's Cross, di mana Albus akan memasuki tahun pertamanya bersekolah di Hogwarts. James, anak pertama mereka, sudah bersekolah di Hogwarts, sementara Lily baru akan masuk ke Hogwarts dua tahun kemudian.Anak baptis Harry yang berumur sembilan belas tahun, Teddy Lupin, ditemukan berpapasan dengan Victoire Weasley (putri Bill dan Fleur) di salah satu kompartemen kereta. Teddy tampaknya sangat dekat dengan keluarga Potter, dengan perkataan Harry, "Ia sudah datang untuk makan malam bersama empat kali seminggu."
Harry juga melihat Draco Malfoy dan istrinya bersama putra mereka, Scorpius. Malfoy menganggukkan kepala singkat ke Harry, kemudian pergi.
Harry menenangkan Albus, yang khawatir akan masuk ke Slytherin. memberitahu bahwa Severus Snape, dari mana nama Severus diambil, adalah seorang Slytherin dan ia adalah orang yang paling berani yang pernah ditemuinya. Harry juga membocorkan bahwa Topi Seleksi akan mengikuti pilihan seseorang.
Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi dan berteman baik dengan Harry.
Buku ini diakhiri dengan pengungkapan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi selama sembilan belas tahun sejak Pangeran Kegelapan dikalahkan, dan semuanya berjalan dengan baik.
Komentar dan suplemen dari Rowling
Dalam sebuah wawancara[8] dan online chat,[9][10][11] Rowling memberikan informasi tambahan mengenai masa depan dari para tokoh utama yang tidak jadi dituliskannya di bagian epilog. Ia menyatakan:-
- Harry menjadi seorang Auror di Kementerian Sihir dan kemudian diangkat sebagai Kepala Departemennya. Ia tetap menyimpan motor Sirius yang sudah diperbaiki oleh Arthur Weasley, tapi ia sudah tidak lagi bisa berbicara Parseltongue setelah hancurnya bagian jiwa Voldemort yang ada di dalam dirinya.
- Ginny Weasley bermain untuk tim Quidditch Inggris dan Irlandia, Holyhead Harpies selama beberapa waktu, dan kemudian menjadi jurnalis kepala untuk Quidditch di Daily Prophet.
- Ron bekerja selama beberapa saat bersama George di tokonya, Weasleys' Wizard Wheezes, dan belakangan menyusul Harry menjadi Auror.
- Hermione menemui orang tuanya di Australia dan menarik Mantera Perubahan Memori yang dikenakannya kepada mereka. Ia pada mulanya bekerja di Kementrian Sihir pada Departemen Pengaturan dan Pengawasan Makhluk Gaib, secara besar-besaran memperbaiki kehidupan para peri-rumah dan makhluk sejenisnya. Ia belakangan pindah ke Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir dan membantu menghapuskan hukum yang sangat pro-darah murni.
- Rowling menjelaskan bahwa Albus Dumbledore adalah seorang yang berorientasi gay tetapi mengalami cinta tak berbalas dengan Gellert Grindelwald.[12]
-
- George Weasley menjalankan toko leluconnya yang sangat berhasil, yang dibantu Ron pada awalnya. George menamai anak pertamanya Fred, mengikuti kembarannya yang telah tewas.
- Luna Lovegood berpetualang ke berbagai tempat di dunia untuk mencari makhluk-makhluk yang aneh dan unik. Ia akhirnya menikah dengan Rolf, cucu dari seorang naturalis terkenal, Newt Scamander, penulis buku Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan.[11] Majalah sihir milik ayahnya, The Quibbler, telah kembali ke kondisi biasanya yang "memuat berita-berita aneh" dan dihargai untuk humornya yang tak disengaja.
- Firenze diterima kembali ke kawanannya, yang akhirnya mengakui bahwa kecenderungannya yang pro-manusia bukanlah sesuatu yang memalukan tetapi terhormat.
- Dolores Umbridge ditahan, diinterogasi, dan dipenjarakan atas kejahatan terhadap para penyihir kelahiran Muggle.
- Cho Chang menikahi seorang Muggle.[13]
- Neville Longbottom akhirnya menikah dengan Hannah Abbott.[14]
-
- Kingsley Shacklebolt menjadi Menteri Sihir, dengan Percy Weasley yang bekerja di bawahnya sebagai pejabat tinggi. Salah satu reformasi yang dibuat oleh Shacklebolt, Azkaban tidak lagi mempergunakan Dementor sebagai penjaganya. Hasilnya, dunia menjadi "tempat yang lebih cerah".
- Harry, Ron, dan Hermione juga telah mewarnai perubahan Kementerian menurut kemampuan mereka masing-masing.
- Di Hogwarts, Asrama Slytherin menjadi lebih cerah dan tidak lagi menjadi kubu darah-murni sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, reputasi gelapnya tetap ada.
- Kutukan Voldemort atas posisi Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam juga turut lenyap menyusul kematiannya, sehingga sekarang sudah ada guru Pertahanan yang permanen.
- Lukisan Snape, yang sebentar saja menjabat Kepala Sekolah Hogwarts setelah kematian Dumbledore, tidak muncul di dinding kantor kepala sekolah karena ia meninggalkan posnya. Harry berusaha untuk melobi agar lukisan Snape ditambahkan di sana, dan mengungkapkan kepada semua orang akan kesetiaan Snape yang sesungguhnya.
Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran
Khawatir dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts.
Sementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.
Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal melakukannya.
Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.
Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.
Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.
Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.
Pada liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.
Dumbledore mengungkapkan memori Tom Riddle—nama asli Voldemort—melalui Pensieve kepada Harry, juga memori Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya memori itu telah diubah Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan memori yang asli.
Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry 'secara beruntung' berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan memori yang sesungguhnya.
Memori ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada buku kedua) dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.
Harry kemudian semakin mencurigai tindak-tanduk Draco, mengikutinya di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore: yang pertama melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah; yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron.
Ron kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah-Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.
Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya ber-apparate ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux itu. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu-paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin potret. Saat itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya ber-apparate kembali ke Menara Astronomi di Hogwarts.
Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi—dari dalam dirinya—ia tidak dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya. Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa riang.
Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.
Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore.
Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam misinya itu.
Film ini diakhiri dengan ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
Sementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.
Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal melakukannya.
Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.
Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.
Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.
Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.
Pada liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.
Dumbledore mengungkapkan memori Tom Riddle—nama asli Voldemort—melalui Pensieve kepada Harry, juga memori Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya memori itu telah diubah Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan memori yang asli.
Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry 'secara beruntung' berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan memori yang sesungguhnya.
Memori ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada buku kedua) dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.
Harry kemudian semakin mencurigai tindak-tanduk Draco, mengikutinya di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore: yang pertama melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah; yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron.
Ron kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah-Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.
Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya ber-apparate ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux itu. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu-paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin potret. Saat itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya ber-apparate kembali ke Menara Astronomi di Hogwarts.
Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi—dari dalam dirinya—ia tidak dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya. Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa riang.
Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.
Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore.
Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam misinya itu.
Film ini diakhiri dengan ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.
Harry Potter dan Orde Phoenix
Tidak banyak penyihir yang percaya (atau mau percaya) bahwa Voldermort telah kembali, termasuk Kementerian Sihir. Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong dan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya pada Dumbledore, dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix. Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian (tapi tetap bersembunyi karena pihak kementrian masih mencarinya).
Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde, semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts.
Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan sorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.
Namun mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.
Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).
Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh.
Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup.
Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde, semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts.
Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan sorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.
Namun mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.
Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).
Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh.
Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup.
Harry Potter dan Piala Api
Harry, Hermione dan Keluarga Weasley pergi untuk menonton final Piala Dunia Quidditch ketika malamnya terjadi kekacauan di perkemahan. Para Pelahap Maut yang mengenakan topeng muncul dan membakari tenda-tenda. Harry yang terpisah dari teman-temannya dan sempat pingsan, sempat melihat sesosok bayangan menggumamkan sesuatu dan mengirimkan Tanda Kegelapan ke angkasa, tapi ketika Ron dan Hermione tiba, orang tersebut telah pergi. Mereka nyaris dituduh sebagai orang yang melepaskan Tanda Kegelapan tersebut.
Ketika kembali ke Hogwarts, mereka dikejutkan dengan berita bahwa Hogwarts menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard, sebuah turnamen yang diadakan untuk mempererat persaudaraaan antar Sekolah Sihir. Dua sekolah lain yang mengikuti turnamen ini adalah Akademi Sihir Beauxbatons pimpinan Madame Maxime dan Institut Durmstrang yang dipimpin oleh Igor karkaroff. Setiap sekolah akan diwakili oleh satu juara sekolah, yang akan dipilih setelah memasukkan nama mereka ke dalam Piala Api.
Piala Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur Delacour dari Beauxbatons, Victor Krum dari Durmstrang, dan Cedric Diggory dari Hogwarts ketika semua orang mengira seleksi telah berakhir. Namun ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu nama, Harry Potter. Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur untuk mengikuti turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersbut ketika Mad-Eye Moody, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun ini, menepiskan anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang sangat kuat untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan protes, akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.
Berbagai tanggapan diperoleh Harry dari orang-orang terdekatnya. Ron, sahabatnya selama ini, agak cemburu dengan tampilnya Harry sebagai juara, dan mereka sempat tidak berbicara satu sama lain. Hermione percaya bahwa bukan Harry yang memasukkan namanya ke dalam Piala Api. Sirius yang masih dalam pelarian memperingatkan Harry untuk berhati-hati karena peserta turnamen sangat rentan terhadap kecelakaan. Di tugas pertama, keempat juara diperintahkan untuk mengambil telur emas dari seekor naga, di mana di dalam telur tersebut berisi petunjuk untuk tugas kedua. Harry (dan ketiga juara lain-meskipun tidak diperlihatkan dalam film) berhasil mengambil telur emas tersebut dan lolos dari serangan naga.
Di hari Natal, diadakan Pesta Dansa, dimana para juara diwajibkan memiliki pasangan karena mereka akan melakukan dansa pembukaan. Harry yang mengincar seeker Ravenclaw yang cantik, Cho Chang, ternyata kalah cepat dari Cedric Diggory. Akhirnya Harry ke pesta tersebut berpasangan dengan Parvati Patil, Ron dengan Padma Patil, dan Hermione (yang mengejutkan demua orang) berpasangan dengan Victor Krum, seeker nasional Bulgaria, sang juara Durmstrang.
Tugas kedua adalah menyelamatkan sandera di bawah laut. Sandera Harry adalah Ron, sandera Krum adalah Hermione, sandera Cedric adalah Cho Chang, dan sandera Fleur adalah adiknya, Gabrielle. Fleur tidak bisa menyelamatkan adiknya akibat serangan Grindylow. Harry yang mengira tugas ini betul-betul serius memaksakan dirinya membebaskan Ron dan Gabrielle sekaligus, sehingga ia dipermaklumkan menjadi juara kedua karena 'akhlak yang baik'.Setelah tugas kedua, Harry menemukan mayat Barty Crouch, wakil dari Kementrian Sihir untuk Turnamen Triwizard, dan bergegas mendatangi kantor Dumbledore untuk melaporkannya. Sesampainya di sana, Harry diminta untuk menunggu di kantor Dumbledore, dan saat itulah Harry masuk ke dalam Pensieve, membawa Harry ke dalam ingatan Dumbledore bertahun-tahun yang lalu, ketika Kementrian mengadili putra Barty Crouch dengan tuduhan sebagai Pelahap Maut.
Tugas ketiga adalah sebuah labirin, yang telah diberi berbagai rintangan. Piala Api terletak di tengah labirin tersebut. Siapa yang terlebih dahulu menemukan Piala tersebut, dialah yang tampil sebagai juara Turnamen Triwizard. Cedric dan Harry masuk terlebih dahulu, diikuti Krum, dan terakhir Fleur. Dalam tugas ini, ternyata Krum telah berada di bawah Kutukan Imperius, dan ia menyerang siapa saja yang ditemuinya. Ia menyerang Fleur. Cedric dan Harry juga diserangnya, dan ketika mereka tengah menghindari kejaran Krum, mereka telah melihat jalan menuju Piala Api. Cedric terhambat karena belitan tanaman. Sejenak Harry ragu, tapi ia kembali ke Cedric dan membantunya melepaskan diri. Mereka pun sepakat untuk menjadi juara bersama. Ketika mereka menyentuh Piala Api tersebut bersamaan, Harry sadar bahwa Piala tersebut adalah portkey. Sebelum sadar dimana mereka berada, Cedric dibunuh oleh Peter Pettigrew. Ia juga memantrai sebuah patung untuk menawan Harry. Mulailah ritual pembangkitan Voldermort. Dengan kengerian luar biasa Harry menyaksikan Voldermort hidup kembali dan segera bereunifikasi dengan para Pelahap Mautnya yang segera ber-Apparate satu persatu di sisinya. Harry menyaksikan satu persatu mereka membuka topengnya, dan melihat bahwa Lucius Malfoy ada diantara mereka. Voldermort bermaksud membunuh Harry dengan cara duel. Namun ketika tongkat mereka bertemu, terjadilah efek yang sangat langka, yang disebut sebagai Priori Incantatem. Tongkat Voldermort mengeluarkan bayangan orang-orang yang pernah dibunuhnya, termasuk orang tua Harry. Ayah dan Ibu Harry menyuruhnya untuk kembali ke Piala agar dapat kembali ke sekolah. Maka Harry, sambil menyeret tubuh Cedric, kembali menyentuh Piala yang membawanya kembali ke Hogwarts.
Para penonton yang mengira mereka telah mendapatkan Piala bersorak kegirangan, sebelum kemudian berganti dengan jeritan histeris ketika sadar bahwa Cedric Diggory telah menjadi mayat. Harry yang tengah kalut dibawa oleh Moody kembali ke kastil. Dan beberapa saat kemudian terkuaklah rahasia, bahwa ternyata selama ini dia adalah Barty Crouch Jr, yang ditugasi untuk membawa Harry di malam Voldermort bangkit kembali.
Ketika kembali ke Hogwarts, mereka dikejutkan dengan berita bahwa Hogwarts menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Turnamen Triwizard, sebuah turnamen yang diadakan untuk mempererat persaudaraaan antar Sekolah Sihir. Dua sekolah lain yang mengikuti turnamen ini adalah Akademi Sihir Beauxbatons pimpinan Madame Maxime dan Institut Durmstrang yang dipimpin oleh Igor karkaroff. Setiap sekolah akan diwakili oleh satu juara sekolah, yang akan dipilih setelah memasukkan nama mereka ke dalam Piala Api.
Piala Api telah memuntahkan 3 nama untuk 3 sekolah, yaitu Fleur Delacour dari Beauxbatons, Victor Krum dari Durmstrang, dan Cedric Diggory dari Hogwarts ketika semua orang mengira seleksi telah berakhir. Namun ternyata Piala Api kembali memuntahkan satu nama, Harry Potter. Semua orang mengira Harry (yang masih di bawah umur untuk mengikuti turnamen tersebut) berhasil mengelabuhi Piala Tersbut ketika Mad-Eye Moody, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam Hogwarts tahun ini, menepiskan anggapan mereka, dan mengatakan bahwa dibutuhkan sihir yang sangat kuat untuk merekayasa Piala Api. Meski kedua sekolah lain mengajukan protes, akhirnya Harry ditetapkan sebagai salah satu juara.
Berbagai tanggapan diperoleh Harry dari orang-orang terdekatnya. Ron, sahabatnya selama ini, agak cemburu dengan tampilnya Harry sebagai juara, dan mereka sempat tidak berbicara satu sama lain. Hermione percaya bahwa bukan Harry yang memasukkan namanya ke dalam Piala Api. Sirius yang masih dalam pelarian memperingatkan Harry untuk berhati-hati karena peserta turnamen sangat rentan terhadap kecelakaan. Di tugas pertama, keempat juara diperintahkan untuk mengambil telur emas dari seekor naga, di mana di dalam telur tersebut berisi petunjuk untuk tugas kedua. Harry (dan ketiga juara lain-meskipun tidak diperlihatkan dalam film) berhasil mengambil telur emas tersebut dan lolos dari serangan naga.
Di hari Natal, diadakan Pesta Dansa, dimana para juara diwajibkan memiliki pasangan karena mereka akan melakukan dansa pembukaan. Harry yang mengincar seeker Ravenclaw yang cantik, Cho Chang, ternyata kalah cepat dari Cedric Diggory. Akhirnya Harry ke pesta tersebut berpasangan dengan Parvati Patil, Ron dengan Padma Patil, dan Hermione (yang mengejutkan demua orang) berpasangan dengan Victor Krum, seeker nasional Bulgaria, sang juara Durmstrang.
Tugas kedua adalah menyelamatkan sandera di bawah laut. Sandera Harry adalah Ron, sandera Krum adalah Hermione, sandera Cedric adalah Cho Chang, dan sandera Fleur adalah adiknya, Gabrielle. Fleur tidak bisa menyelamatkan adiknya akibat serangan Grindylow. Harry yang mengira tugas ini betul-betul serius memaksakan dirinya membebaskan Ron dan Gabrielle sekaligus, sehingga ia dipermaklumkan menjadi juara kedua karena 'akhlak yang baik'.Setelah tugas kedua, Harry menemukan mayat Barty Crouch, wakil dari Kementrian Sihir untuk Turnamen Triwizard, dan bergegas mendatangi kantor Dumbledore untuk melaporkannya. Sesampainya di sana, Harry diminta untuk menunggu di kantor Dumbledore, dan saat itulah Harry masuk ke dalam Pensieve, membawa Harry ke dalam ingatan Dumbledore bertahun-tahun yang lalu, ketika Kementrian mengadili putra Barty Crouch dengan tuduhan sebagai Pelahap Maut.
Tugas ketiga adalah sebuah labirin, yang telah diberi berbagai rintangan. Piala Api terletak di tengah labirin tersebut. Siapa yang terlebih dahulu menemukan Piala tersebut, dialah yang tampil sebagai juara Turnamen Triwizard. Cedric dan Harry masuk terlebih dahulu, diikuti Krum, dan terakhir Fleur. Dalam tugas ini, ternyata Krum telah berada di bawah Kutukan Imperius, dan ia menyerang siapa saja yang ditemuinya. Ia menyerang Fleur. Cedric dan Harry juga diserangnya, dan ketika mereka tengah menghindari kejaran Krum, mereka telah melihat jalan menuju Piala Api. Cedric terhambat karena belitan tanaman. Sejenak Harry ragu, tapi ia kembali ke Cedric dan membantunya melepaskan diri. Mereka pun sepakat untuk menjadi juara bersama. Ketika mereka menyentuh Piala Api tersebut bersamaan, Harry sadar bahwa Piala tersebut adalah portkey. Sebelum sadar dimana mereka berada, Cedric dibunuh oleh Peter Pettigrew. Ia juga memantrai sebuah patung untuk menawan Harry. Mulailah ritual pembangkitan Voldermort. Dengan kengerian luar biasa Harry menyaksikan Voldermort hidup kembali dan segera bereunifikasi dengan para Pelahap Mautnya yang segera ber-Apparate satu persatu di sisinya. Harry menyaksikan satu persatu mereka membuka topengnya, dan melihat bahwa Lucius Malfoy ada diantara mereka. Voldermort bermaksud membunuh Harry dengan cara duel. Namun ketika tongkat mereka bertemu, terjadilah efek yang sangat langka, yang disebut sebagai Priori Incantatem. Tongkat Voldermort mengeluarkan bayangan orang-orang yang pernah dibunuhnya, termasuk orang tua Harry. Ayah dan Ibu Harry menyuruhnya untuk kembali ke Piala agar dapat kembali ke sekolah. Maka Harry, sambil menyeret tubuh Cedric, kembali menyentuh Piala yang membawanya kembali ke Hogwarts.
Para penonton yang mengira mereka telah mendapatkan Piala bersorak kegirangan, sebelum kemudian berganti dengan jeritan histeris ketika sadar bahwa Cedric Diggory telah menjadi mayat. Harry yang tengah kalut dibawa oleh Moody kembali ke kastil. Dan beberapa saat kemudian terkuaklah rahasia, bahwa ternyata selama ini dia adalah Barty Crouch Jr, yang ditugasi untuk membawa Harry di malam Voldermort bangkit kembali.
Harry Potter dan Tawanan Azkaban
Setelah hilang marah dengan Bibi Marge dan secara tidak sengaja menyebabkan dia ajaib mengembang, Harry Potter melarikan diri dari keluarga Dursley. Harry mengambil Bus Ksatria ke The Leaky Cauldron, di mana ia bertemu Cornelius Fudge, Menteri Sihir. Fudge memberi tahu Harry bahwa Bibi Marge telah kempis dan bahwa ia tidak akan dihukum. Kementerian Sihir hanya peduli tentang keselamatan Harry karena melarikan diri dari massa-pembunuh Sirius Black dari penjara sihir Azkaban. Black adalah teman baik dari keluarga dan wali Harry Potter, tapi mengkhianati keluarga ke Lord Voldemort yang jahat. Voldemort membunuh orangtua Harry, tetapi, ketika ia mencoba untuk membunuh Harry, misterius menghilang. Setelah itu, Black membunuh teman mereka Peter Pettigrew bersama dengan 12 pengamat muggle.
Harry dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Hogwarts Sekolah Sihir dan menemukan keamanan telah diperketat karena melarikan diri Black. Alasan sekarang dijaga oleh Dementor, gelap, makhluk jahat yang mengeringkan kebahagiaan orang terdekat dan penjaga penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan Harry pingsan. Remus Lupin, Pertahanan baru sekolah guru Melawan Ilmu Hitam memberitahu Harry dia lebih rentan terhadap dementor karena dia telah melihat kengerian yang tulus di masa lalunya. Lupin setuju untuk mengajari Harry Mantra Patronus, sebuah perisai melawan Dementor.
Harry tertekan untuk belajar ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hogsmeade, desa setempat kebanyakan siswa diperbolehkan untuk mengunjungi di akhir pekan. Ia juga marah dengan Draco Malfoy untuk menghancurkan pelajaran pertama Hagrid sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya diserang oleh Buckbeak, Hagrid Hippogriff tercinta, dan ayahnya memastikan bahwa Buckbeak yang dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Sepanjang tahun, Hermione menggunakan Time-Turner untuk bepergian dalam waktu dan menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Black berhasil membobol benteng dua kali, tetapi tidak dapat mencapai Harry. Fred dan George Weasley Harry menunjukkan jalan rahasia ke Hogsmeade dan memberinya Peta Perampok.
Selama satu kunjungan ke desa gelap, Harry hampir tertangkap saat Ron menemukan bahwa Scabbers, tikus Ron, telah menghilang. Ron yakin ia telah dimakan oleh Crookshanks, kucing Hermione, menyebabkan perselisihan antara dirinya dan Hermione. Hermione kemudian menemukan Scabbers di gubuk Hagrid ketika mereka bertiga mengunjunginya sebelum eksekusi Buckbeak. Dalam perjalanan mereka kembali dari pondok, Ron tiba-tiba diserang oleh anjing hitam besar dan diseret ke dalam lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa.
Harry dan Hermione mengikuti mereka dan menemukan dirinya dalam satu tahun, naik-up gubuk dikenal sebagai Shrieking Shack. Mereka juga menemukan bahwa anjing adalah animagus Sirius Black. Harry mencoba untuk menyerang Hitam ketika Lupin tiba. Hermione menghadapkan Lupin tentang kebiasaan dia telah diamati selama kelas dengan dia dan Lupin mengakui menjadi manusia serigala. Lupin menjelaskan bahwa dia, Black, Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry, adalah teman baik dan menyebut diri mereka sebagai "Marauders". Untuk membuat transformasi Lupin lebih menyenangkan, teman-temannya semua menjadi Animagi, manusia yang bisa berubah menjadi binatang di akan. Para Marauders tetap berteman setelah tumbuh dewasa, dan ketika mereka belajar Voldemort setelah Potter, Black menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Hitam kemudian mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk melayani sebagai umpan. Hitam negara Pettigrew adalah pengkhianat dan, daripada dibunuh oleh Black, sebenarnya Scabbers.
Lupin dan gaya Sirius Pettigrew untuk mengungkapkan diri, dan Pettigrew mengubah dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia mengakui cerita, tetapi Harry berhenti Black dan Lupin dari membunuhnya dan menjadi pembunuh diri mereka sendiri. Sebaliknya, Harry membujuk mereka untuk mengambil Pettigrew kembali ke kastil Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius. Namun, ketika mereka dan mereka kembali ke istana bulan purnama muncul dan Lupin transformasi. Pettigrew lolos sementara Dementor turun pada yang lain. Mereka akan disimpan di menit terakhir oleh Harry Patronus percaya itu, ia dilemparkan oleh ayahnya.
Harry terbangun di dalam benteng untuk belajar bahwa Black telah ditangkap. Untuk menyelamatkannya, Harry dan Hermione menggunakan Time-Turner untuk perjalanan kembali ke waktu dan mencegah penangkapannya. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali menonton adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menikung Harry dan Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa yang mengirimkan Patronus, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Sirius menyelamatkan dan melarikan diri pada Buckbeak. Lupin, outed sebagai werewolf, mengundurkan diri. Harry khawatir bahwa Pettigrew dapat membantu Voldemort untuk kembali, tapi Dumbledore mengatakan mungkin Harry bersyukur bahwa ia membantu menyelamatkan nyawa Pettigrew.
Harry dan teman-temannya Ron Weasley dan Hermione Granger kembali ke Hogwarts Sekolah Sihir dan menemukan keamanan telah diperketat karena melarikan diri Black. Alasan sekarang dijaga oleh Dementor, gelap, makhluk jahat yang mengeringkan kebahagiaan orang terdekat dan penjaga penjara Azkaban. Mereka juga menyebabkan Harry pingsan. Remus Lupin, Pertahanan baru sekolah guru Melawan Ilmu Hitam memberitahu Harry dia lebih rentan terhadap dementor karena dia telah melihat kengerian yang tulus di masa lalunya. Lupin setuju untuk mengajari Harry Mantra Patronus, sebuah perisai melawan Dementor.
Harry tertekan untuk belajar ia tidak akan diizinkan untuk mengunjungi Hogsmeade, desa setempat kebanyakan siswa diperbolehkan untuk mengunjungi di akhir pekan. Ia juga marah dengan Draco Malfoy untuk menghancurkan pelajaran pertama Hagrid sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib. Malfoy sengaja membiarkan dirinya diserang oleh Buckbeak, Hagrid Hippogriff tercinta, dan ayahnya memastikan bahwa Buckbeak yang dihukum akan dieksekusi pada akhir tahun sekolah. Sepanjang tahun, Hermione menggunakan Time-Turner untuk bepergian dalam waktu dan menghadiri kelas-kelas yang diadakan pada saat yang sama. Black berhasil membobol benteng dua kali, tetapi tidak dapat mencapai Harry. Fred dan George Weasley Harry menunjukkan jalan rahasia ke Hogsmeade dan memberinya Peta Perampok.
Selama satu kunjungan ke desa gelap, Harry hampir tertangkap saat Ron menemukan bahwa Scabbers, tikus Ron, telah menghilang. Ron yakin ia telah dimakan oleh Crookshanks, kucing Hermione, menyebabkan perselisihan antara dirinya dan Hermione. Hermione kemudian menemukan Scabbers di gubuk Hagrid ketika mereka bertiga mengunjunginya sebelum eksekusi Buckbeak. Dalam perjalanan mereka kembali dari pondok, Ron tiba-tiba diserang oleh anjing hitam besar dan diseret ke dalam lorong di bawah pohon ajaib, Dedalu Perkasa.
Harry dan Hermione mengikuti mereka dan menemukan dirinya dalam satu tahun, naik-up gubuk dikenal sebagai Shrieking Shack. Mereka juga menemukan bahwa anjing adalah animagus Sirius Black. Harry mencoba untuk menyerang Hitam ketika Lupin tiba. Hermione menghadapkan Lupin tentang kebiasaan dia telah diamati selama kelas dengan dia dan Lupin mengakui menjadi manusia serigala. Lupin menjelaskan bahwa dia, Black, Pettigrew, dan James Potter, ayah Harry, adalah teman baik dan menyebut diri mereka sebagai "Marauders". Untuk membuat transformasi Lupin lebih menyenangkan, teman-temannya semua menjadi Animagi, manusia yang bisa berubah menjadi binatang di akan. Para Marauders tetap berteman setelah tumbuh dewasa, dan ketika mereka belajar Voldemort setelah Potter, Black menjadi Penjaga Rahasia mereka. Namun, Hitam kemudian mengungkapkan bahwa dia diam-diam beralih tugas dengan Pettigrew untuk melayani sebagai umpan. Hitam negara Pettigrew adalah pengkhianat dan, daripada dibunuh oleh Black, sebenarnya Scabbers.
Lupin dan gaya Sirius Pettigrew untuk mengungkapkan diri, dan Pettigrew mengubah dari Scabbers dan kembali ke bentuk manusia. Dia mengakui cerita, tetapi Harry berhenti Black dan Lupin dari membunuhnya dan menjadi pembunuh diri mereka sendiri. Sebaliknya, Harry membujuk mereka untuk mengambil Pettigrew kembali ke kastil Hogwarts untuk membersihkan nama Sirius. Namun, ketika mereka dan mereka kembali ke istana bulan purnama muncul dan Lupin transformasi. Pettigrew lolos sementara Dementor turun pada yang lain. Mereka akan disimpan di menit terakhir oleh Harry Patronus percaya itu, ia dilemparkan oleh ayahnya.
Harry terbangun di dalam benteng untuk belajar bahwa Black telah ditangkap. Untuk menyelamatkannya, Harry dan Hermione menggunakan Time-Turner untuk perjalanan kembali ke waktu dan mencegah penangkapannya. Harry dan Hermione menyelamatkan Buckbeak dan kembali menonton adegan malam, sampai mereka melihat Dementor menikung Harry dan Sirius. Harry bertekad untuk melihat siapa yang mengirimkan Patronus, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah dirinya sendiri. Sirius menyelamatkan dan melarikan diri pada Buckbeak. Lupin, outed sebagai werewolf, mengundurkan diri. Harry khawatir bahwa Pettigrew dapat membantu Voldemort untuk kembali, tapi Dumbledore mengatakan mungkin Harry bersyukur bahwa ia membantu menyelamatkan nyawa Pettigrew.
Harry Potter dan Kamar Rahasia
Perbedaan film dengan novel
- Tidak ada peringatan dari Kementrian Sihir setelah Dobby menggunakan Mantra Melayang di rumah Keluarga Dursley, yang nyaris membuat Harry dikeluarkan dari Hogwarts.
- Pembersihan jembalang dari kebun Keluarga Weasley dihilangkan dalam film.
- Harry tidak mendengar pembicaraan antara Lucius dan Draco di Knockturn Alley. Adegan ini sebenarnya difilmkan dan dimasukkan dalam ‘adegan yang terbuang’ untuk versi DVD.
- Tidak ada perkelahian antara Lucius Malfoy dan Arthur Weasley di Flourish And Blotts.
- Di buku, Hermione tidak kesal disebut “Darah-Lumpur”, karena ia tidak mengerti artinya. Namun di film dia tahu arti kata tersebut dan sangat tersinggung.
- Professor Binns tidak muncul dalam film, oleh karena itu, penjelasan tentang Kamar Rahasia dilakukan oleh Profesor McGonagall.
- Pesta Peringatan Kematian Nick-Kepala-Nyaris-Putus dan Pesta Valentine Lockhart dihilangkan di film.
- Di film, sebagai ganti mencoba untuk menyerang Harry (atau Dobby) karena menyebabkan dirinya kehilangan Dobby, Lucius Malfoy mencoba untuk menggunakan kutukan Avada Kedavra sebelum Dobby menyerangnya, biarpun di subtitle DVD tertulis “vera..”. Kemungkinan ini adalah permintaan J.K Rowling untuk tidak menyebutkan Kutukan-Tak-Termaafkan sebelum film ke-4. Tentunya Lucius tidak akan membunuh Harry ketika mereka berada di Hogwarts, bagaimanapun marahnya dia, karena hal ini akan membahayakan reputasinya dan dapat membuatnya mendekam seumur hidup di Azkaban.
- Di film, Harry menghancurkan diari Tom Riddle sebelum Fawkes menyembuhkan luka-lukanya, dan bukan setelahnya. Harry tidak tahu pasti bagaimana buku itu berhubungan dengan memori Tom Riddle, tapi ia yakin bahwa ada hubungannya. Ia memilih untuk menghancurkan buku tersebut, mungkin untuk kesan
- dramatis dan heroik, “Jika aku harus mati, maka kau juga harus mati bersamaku.”
- Gambaran tentang Ginny yang berperilaku aneh akibat kerasukan Tom Riddle tidak ada dalam film, meskipun ada adegan ketika McGonagall berkata kemungkinan ditutupnya Hogwarts, Ginny tampak gelisah. Tentang matinya ayam-ayam jantan Hagrid juga tidak diceritakan. Di buku dijelaskan bahwa kokok ayam berakibat fatal terhadap Basilisk, itu sebabnya Tom Riddle menyuruh Ginny membunuhi ayam-ayam tersebut.
- Di buku Penelope Clearwater juga dibuat membatu, tapi tidak di film (perannya sangat kecil, hanya tampak ketika Percy menyapa Nick-Kepala-Nyaris-Putus di awal filim).
- Di film, Hermione dapat dengan mudah menemukan buku tentang ramuan-ramuan berbahaya. Di novel, buku tersebut berada di Seksi Terlarang sehingga Harry, Ron dan Hermione harus meminta ijin dari Lockhart untuk meminjam buku tersebut. Hal ini juga menyebabkan Madam Pince tidak muncul dalam film.
- Setelah Fawkes membutakan Basilisk, di buku Riddle mengatakan bawa Basilisk masih bisa mencium bau Harry, sementara di film, Basilisk mendeteksi Harry lewat suaranya.
- Alasan Ron menderita arachnophobia tidak dijelaskan dalam film.
- Filch tidak disebutkan sebagai Squib. Sebenarnya hal ini penting, mengingat di seri ke-5 akan muncul hal yang tak terduga mengenai Squib. Meski demikian, ada adegan ekstra di DVD tentang hal ini.
- Hermione tidak mencuri bahan pembuat ramuan Polijus dari lemari penyimpanan Snape, meski ada satu ‘adegan yang terbuang’ di DVD Harry Potter & Thr Goblet of Fire mengenai kejadian ini. Di buku, Harry dan Ron melempar Kembang Api Dr.Fillibuster ke kuali Goyle sehingga Hermione dapat diam-diam mengambil bahan ramuan tersebut.
- Bagian tentang diary dipendekkan di film. Tom tidak mencoba untuk ‘berteman’ dengan harry.
- Di novel, Lucius Malfoy mengeluarkan kaus kaki dalam diari dan membuangnya ke samping. Dobby menangkapnya dan mengatakan bahwa ia bebas karena tuannya telah memberinya pakaian. Di film, Harry memberikan diari kepada Lucius, tahu bahwa Lucius akan memerintahkan Dobby untuk membawanya. Kemudian setelah Dobby memegangnya, Harry menyuruh Dobby untuk membuka diari itu, dan Dobby menemukan kaus kaki. Ini menunjukkan bahwa Malfoy benar-benar memberikan kaus kaki itu, karena ia tidak memeriksa diari itu terlebih dahulu.
- Jika diperhatikan dengan cermat, kelihatan jelas ketika Lucius menjatuhkan diari Riddle ke kuali Ginny di Flourish And Blotts.
Harry Potter dan Batu Bertuah
Sebelum novel dimulai, Voldemort, penyihir paling jahat, membunuh orang tua Harry tetapi secara misterius menghilang setelah mencoba membunuh Harry. Saat dunia sihir merayakan kejatuhan Voldemort, Albus Dumbledore, Minerva McGonagall dan Rubeus Hagrid menempatkan anak yatim piatu berumur satu tahun ini dalam perawatan bibi dan paman Muggle (bukan penyihir) –nya, Vernon dan Petunia Dursley.
Selama sepuluh tahun, mereka dan anak laki-laki mereka Dudley memperlakukan Harry dengan keras. Sederhananya sebelum ulang tahun kesebelas Harry, sebuah surat tiba, dialamatkan kepada Harry tetapi dihancurkan oleh pamannya sebelum Harry bisa membacanya. Akibatnya, setumpukan surat menghujan kedalam rumah pada celah yang terbuka, meskipun kecil, dan untuk melarikan diri, Vernon Dursleya membawa keluarganya ke pulau terpencil. Saat mereka sedang tenang, Hagrid menghancurkan pintu untuk menceritakan kepada Harry apa yang telah disembunyikan keluarga Dursley darinya: Harry adalah seorang penyihir dan telah diterima di Sekolah Hogwarts untuk tahun mendatang.
Hagrid mengantar Harry ke Diagon Alley, tempat berbelanja yang tersembunyi secara magis di London, dimana Harry bingung untuk mengetahui bagaimana dia terkenal di antara para penyihir sebagai “anak laki-laki yang hidup”. Dia juga menemukan bahwa di dunia sihir dia cukup kaya, karena warisan dari orang tuanya yang ditinggalkan di Gringotts Bank. Dipandu Hagrid, dia membeli buku-buku dan peralatan yang dibutuhkan dia untuk Hogwarts – dan menemukan bahwa tongkatnya kembar dengan milik Voldemort.
Sebulan kemudian, Harry meninggalkan rumah Dursley untuk mengejar Hogwarts Express dari Stasiun Kereta Api King Cross. Disana dia ditemani oleh keluarga Weasley, yang menunjukkan padanya bagaimana caranya untuk melewati tembok gaib ke peron 9 ¾, dimana kereta api menunggu. Saat di kereta api Harry berteman dengan Ron Weasley, yang menceritakan padanya bahwa seseorang mencoba untuk merampok lemari besi di Gringotts. Murid baru lain, Draco Malfoy, didampingi oleh asistennya yang gemuk Crabbe dan Goyle, menawarkan diri untuk menasihati Harry, tetapi Harry tidak suka dengan keangkuhan dan prasangka Draco.
Sebelum waktu makan malam pertama di aula besar sekolah, siswa baru dibagikan ke asrama-asrama oleh Topi Seleksi ajaib. Topi menempatkan kebanyakan murid dengan segera – terutama ketika mengirim Draco, Crabbe dan Goyle ke Slytherin – tetapi berdiskusi telepati dengan Harry tentang ambisinya akan membuat Slytherin sebagai pilihan terbaik baginya. Ketika Harry diam tetapi sangat keberatan, Topi mengirimkannya untuk bergabung dengan para Weasley di Gryffindor. Saat Harry sedang bersantai setelah makan malam, Severus Snape membelalak padanya dan dia merasakan tikaman rasa sakit di bekas luka yang Voldemort tinggalkan di dahinya.
Setelah pelajaran ramuan pertamanya yang menyedihkan dengan Snape, Harry dan Ron mengunjungi Hagrid, yang tinggal di gubuk di tepi Hutan Terlarang. Disana mereka mendengar kalau perampokan yang dicoba di Gringotts terjadi pada saat Harry mengambil sejumlah uang, dan Harry mengingatkan Hagrid yang meninggalkan bank dengan sebuah bungkus kecil.
Selama pelajaran terbang pertama murid baru, Neville Longbottom mematahkan pergelangan tangannya dan Draco mengambil kesempatan untuk melemparkan Remembrall ke udara yang tinggi. Harry mengejar di atas sapunya, menangkap Remembrall diatas tanah. Professor McGonagall berlari keluar dan mengangkatnya sebagai Seeker baru Griffyndor.
Draco memperdayakan Ron dan Harry ke kunjungan tengah malam, dan Neville dan Hermione Granger yang suka menyuruh-nyuruh, keduanya juga di Gryffindor, menemani pasangan itu untuk menjauhkan mereka dari masalah. Celakanya mereka semua masuk ke koridor terlarang dan menemukan ruangan berisi anjing kepala tiga yang sangat besar. Kelompok itu kabur dengan cepat, dan hanya Hermione yang memperhatikan bahwa anjing itu berdiri di atas pintu perangkap. Harry menyimpulkan bahwa monster itu menjaga bungkusan yang diselamatkan Hagrid dari Gringotts.
Setelah Ron mengkritik Hermione yang suka pamer dalam pelajaran mantera, dia bersembunyi dalam tangisan di toilet perempuan. Professor Quirrell melaporkan bahwa ada troll telah masuk ke sel bawah tanah. Saat semua orang pergi ke kamar tidur mereka, Harry dan Ron berdesakan untuk memperingatkan Hermione. Troll menyudutkan Hermione di toilet, tetapi saat Harry menikamnya dengan tongkatnya, Ron memukul troll dengan pentungannya sendiri, menggunakan mantera melayang yang ditunjukkan Hermione dalam pelajaran mantera. Ketika sekelompok professor tiba, Hermione mengambil kesalahan untuk bertempur dan menjadi teman akrab Harry dan Ron.
Malam sebelum pertandingan Quidditch pertama Harry, dia melihat Snape menerima perhatian medis dari Filch karena gigitan anjing berkepala tiga. Pada waktu main, sapu Harry lepas kontrol, membahayakan hidupnya, dan Hermione memperingatkan bahwa Snape menatap Harry dan berkomat-kamit. Dia berlari ke tempat Professor, menyenggol Professor Quirrell dalam ketergopohannya, dan membakar jubah Snape. Harry mendapat kembali kontrol sapunya dan menangkap Golden Snitch, memenangkan permainan untuk Gryffindor. Hagrid menolak untuk percaya bahwa Snape bertanggung jawab atas bahaya Harry, tetapi keceplosan bahwa dia membeli anjing berkepala tiga, dan bahwa monster itu menjaga rahasia kepunyaan Professor Dumbledore dan seseorang bernama Nicolas Flamel.
Harry dan para Weasley tinggal di Hogwarts untuk natal, dan salah satu hadiah Harry, dari pemberi tanpa nama, adalah jubah gaib. Harry menggunakan jubah itu untuk mencari di perpustakaan seksi terlarang untuk informasi tentang Flamel yang misterius, telah menghindar dari Snape dan Filch setelah sebuah buku yang mempesona menjerit seperti alarm, dan menyelip masuk ke ruangan berisi Cermin Tarsah, yang menunjukkan orang tuanya dan beberapa leluhur mereka. Harry menjadi kecanduan penglihatan Cermin dan ditolong oleh Professor Dumbledore, yang menjelaskan bahwa Cermin itu menunjukkan keputus-asaan orang yang melihat untuk waktu yang lama.
Ketika murid-murid kembali dari istirahatnya, Draco mengolok-olok Neville, dan Harry menghibur Neville dengan manis. Dan menemukan identitas Flamel dari kartu coklat kodok sebagai ahli kimia. Hermione segera menemukan bahwa dia laki-laki berumur 665 tahun yang hanya memiliki Batu Bertuah, yang bisa memberikan kehidupan. Beberapa hari kemudian Harry memperhatikan Snape mengendap-endap kea rah pinggiran Hutan Terlarang. Dia setengah mendengar percakapan tentang Batu Bertuah, Snape Tanya kepada Professor Quirrell jika dia menemukan cara melewati anjing berkepala tiga dan mengancam Quirrell untuk menentukkan dipihak mana dia berada. Harry menyimpulkan bahwa Snape mencoba untuk mencuri Batu dan Quirrell telah menyiapkan berbagai pertahanan untuk itu.
Harry, Ron dan Hermione mengetahui bahwa Hagrid memelihara seekor bayi naga, yang melawan hukum sihir, dan berencana menyelundupkannya keluar negara sekitar tengah malam. Draco datang, berharap membuat mereka gelisah dan mereka dalam masalah, dan Neville datang untuk memperingatkan mereka dari kejahatan Draco. Meskipun Ron digigit naga dan dikirim ke UKS, Harry dan Hermione bersemangat menyelamatkan naga kabur. Bagaimanapun, mereka tertangkap, dan Harry kehilangan jubah gaib. Sebagian dari hukuman mereka, Harry, Hermione, Draco dan Neville dipaksa untuk menolong Hagrid untuk menyelamatkan seekor unicorn yang terluka parah di Hutan Terlarang. Mereka terbagi manjadi dua pihak, Harry dan Draco menemukan unicorn yang telah mati, dikelilingi oleh darahnya. Sesosok berkerudung merayap ke bangkai dan meminum darahnya, sementara itu Draco menjerit dan melarikan diri. Sosok berkerudung itu bergerak kearah Harry, yang membuat bekas lukanya terasa terbakar. Ketika Harry sadar kembali, sosok berkerudung itu telah hilang dan seekor centaurus, Firenze, menawarkan diri untuk memberinya tunggangan untuk kembali ke sekolah. Centaurus itu menceritakan kepada Harry bahwa yang meminum darah seekor unicorn akan menyelamatkan hidup orang yang sekarat, tetapi meninggalkan mereka hanya tinggal sejengkal hidup. Firenze mengira Voldemort meminum darah unicorn untuk memperoleh kekuatan yang cukup untuk membuat hidup abadi dari Batu Bertuah, dan memperoleh kesehatan penuh dengan meminumnya. Sekembalinya dia, Harry mengetahui bahwa seseorang telah menyelipkan Jubah Gaib di bawah kain seprainya.
Beberapa minggu kemudian, saat bersantai setelah ujian berakhir, harry tiba-tiba menyadari bagaimana sesuatu yang illegal seperti sebuah telur naga menjadi milik Hagrid. Pengawas bintang liar itu bilang bahwa dia mendapatkan telur itu dari seseorang berkerudung yang tak dikenal yang membelikannya beberapa minuman dan menanyakannya bagaimana untuk melewati anjing berkepala tiga, yang diterima Hagrid dengan mudah – musik membuatnya tertidur. Menyadari bahwa salah satu pengamanan Batu Bertuah tidak terjamin, Harry pergi untuk memberitahu Professor Dumbledore, ternyata kepala sekolah telah pergi menghadiri sebuah pertemuan penting. Harry menyimpulkan bahwa Snape memalsukan pesan yang memanggil Dumbledore untuk pergi dan Snape akan mencoba untuk mencuri Batu Bertuah malam itu.
Ditutupi Jubah Gaib, Harry dan kedua temannya pergi ke ruangan anjing kepala tiga, dimana Harry mengirim monster itu untuk tidur dengan memainkan seruling. Setelah mengangkat pintu perangkap, mereka menghadapi berbagai rintangan, tiap-tiap rintangan memerlukan kemampuan khusus yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka, dan salah satunya mengharuskan Ron untuk mengorbankan dirinya. Di ruangan terakhir, sekarang sendirian, yang ditemukannya bukan Snape, tetapi Quirrell. Quirrell mengakui bahwa dia membiarkan troll mencoba untuk membunuh Hermione di toilet, dan bahwa dia mencoba uuntuk membunuh Harry pada saat pertandinga Quidditch pertama tetapi disenggol oleh Hermione. Snape mencoba untuk melindungi Harry dan mencurigai Quirrell. Quirrell melayani Voldemort, dan setelah gagal untuk mencuri Batu Bertuah dari Gringotts, mengijinkan tuannya untuk merasukinya dan memerintahkan untuk memperbaiki kesempatan yang memuaskan. Bagaimanapun ada objek lain dalam ruangan tersebut yaitu Cermin Tarsah, dan Quirrell dapat melihat ketidakadaan tanda-tanda dari Batu Bertuah. Pada tawaran Voldemort, Quirrell memaksa Harry untuk berdiri di depan Cermin. Harry merasa Batu itu jatuh kedalam kantongnya dan mencoba untuk berdalih. Quirrell melepas surbannya, menampakkan wajah Voldemort dibelakang kepalanya. Voldemort/Quirrell mencoba untuk merebut Batu itu dari Harry, tetapi begitu menyentuh Harry menyebabkan kulit Quirrell terbakar. Akhirnya perjuangan Harry berakhir.
Dia terbangun di rumah sakit sekolah, dimana Profesor Dumbledore menceritakan padanya bahwa dia bisa selamat karena pengorbanan ibunya untuk melindunginya, dan Voldemort tidak dapat mengerti kekuatan seperti cinta. Voldemort meninggalkan Quirrell yang mati, dan kemungkinan besar untuk kembali dengan segala cara. Dumbledore telah meramalkan bahwa Cermin Tarsah tidak menunjukkan pada Voldemort/Quirrell ingin menggunakannya, mereka ingin menggunakan batu bertuah untuk menyelamatkan hidup Voldemort, Harry dapat melihat Batu Bertuah karena dia ingin menemukannya bukan menggunakannya. Batu itu sekarang telah dimusnahkan.
Harry kembali ke keluarga Dursley pada liburan musim panas, tetapi tidak bercerita pada mereka kalau penyihir di bawah umur dilarang menggunakan sihir diluar Hogwarts.
Selama sepuluh tahun, mereka dan anak laki-laki mereka Dudley memperlakukan Harry dengan keras. Sederhananya sebelum ulang tahun kesebelas Harry, sebuah surat tiba, dialamatkan kepada Harry tetapi dihancurkan oleh pamannya sebelum Harry bisa membacanya. Akibatnya, setumpukan surat menghujan kedalam rumah pada celah yang terbuka, meskipun kecil, dan untuk melarikan diri, Vernon Dursleya membawa keluarganya ke pulau terpencil. Saat mereka sedang tenang, Hagrid menghancurkan pintu untuk menceritakan kepada Harry apa yang telah disembunyikan keluarga Dursley darinya: Harry adalah seorang penyihir dan telah diterima di Sekolah Hogwarts untuk tahun mendatang.
Hagrid mengantar Harry ke Diagon Alley, tempat berbelanja yang tersembunyi secara magis di London, dimana Harry bingung untuk mengetahui bagaimana dia terkenal di antara para penyihir sebagai “anak laki-laki yang hidup”. Dia juga menemukan bahwa di dunia sihir dia cukup kaya, karena warisan dari orang tuanya yang ditinggalkan di Gringotts Bank. Dipandu Hagrid, dia membeli buku-buku dan peralatan yang dibutuhkan dia untuk Hogwarts – dan menemukan bahwa tongkatnya kembar dengan milik Voldemort.
Sebulan kemudian, Harry meninggalkan rumah Dursley untuk mengejar Hogwarts Express dari Stasiun Kereta Api King Cross. Disana dia ditemani oleh keluarga Weasley, yang menunjukkan padanya bagaimana caranya untuk melewati tembok gaib ke peron 9 ¾, dimana kereta api menunggu. Saat di kereta api Harry berteman dengan Ron Weasley, yang menceritakan padanya bahwa seseorang mencoba untuk merampok lemari besi di Gringotts. Murid baru lain, Draco Malfoy, didampingi oleh asistennya yang gemuk Crabbe dan Goyle, menawarkan diri untuk menasihati Harry, tetapi Harry tidak suka dengan keangkuhan dan prasangka Draco.
Sebelum waktu makan malam pertama di aula besar sekolah, siswa baru dibagikan ke asrama-asrama oleh Topi Seleksi ajaib. Topi menempatkan kebanyakan murid dengan segera – terutama ketika mengirim Draco, Crabbe dan Goyle ke Slytherin – tetapi berdiskusi telepati dengan Harry tentang ambisinya akan membuat Slytherin sebagai pilihan terbaik baginya. Ketika Harry diam tetapi sangat keberatan, Topi mengirimkannya untuk bergabung dengan para Weasley di Gryffindor. Saat Harry sedang bersantai setelah makan malam, Severus Snape membelalak padanya dan dia merasakan tikaman rasa sakit di bekas luka yang Voldemort tinggalkan di dahinya.
Setelah pelajaran ramuan pertamanya yang menyedihkan dengan Snape, Harry dan Ron mengunjungi Hagrid, yang tinggal di gubuk di tepi Hutan Terlarang. Disana mereka mendengar kalau perampokan yang dicoba di Gringotts terjadi pada saat Harry mengambil sejumlah uang, dan Harry mengingatkan Hagrid yang meninggalkan bank dengan sebuah bungkus kecil.
Selama pelajaran terbang pertama murid baru, Neville Longbottom mematahkan pergelangan tangannya dan Draco mengambil kesempatan untuk melemparkan Remembrall ke udara yang tinggi. Harry mengejar di atas sapunya, menangkap Remembrall diatas tanah. Professor McGonagall berlari keluar dan mengangkatnya sebagai Seeker baru Griffyndor.
Draco memperdayakan Ron dan Harry ke kunjungan tengah malam, dan Neville dan Hermione Granger yang suka menyuruh-nyuruh, keduanya juga di Gryffindor, menemani pasangan itu untuk menjauhkan mereka dari masalah. Celakanya mereka semua masuk ke koridor terlarang dan menemukan ruangan berisi anjing kepala tiga yang sangat besar. Kelompok itu kabur dengan cepat, dan hanya Hermione yang memperhatikan bahwa anjing itu berdiri di atas pintu perangkap. Harry menyimpulkan bahwa monster itu menjaga bungkusan yang diselamatkan Hagrid dari Gringotts.
Setelah Ron mengkritik Hermione yang suka pamer dalam pelajaran mantera, dia bersembunyi dalam tangisan di toilet perempuan. Professor Quirrell melaporkan bahwa ada troll telah masuk ke sel bawah tanah. Saat semua orang pergi ke kamar tidur mereka, Harry dan Ron berdesakan untuk memperingatkan Hermione. Troll menyudutkan Hermione di toilet, tetapi saat Harry menikamnya dengan tongkatnya, Ron memukul troll dengan pentungannya sendiri, menggunakan mantera melayang yang ditunjukkan Hermione dalam pelajaran mantera. Ketika sekelompok professor tiba, Hermione mengambil kesalahan untuk bertempur dan menjadi teman akrab Harry dan Ron.
Malam sebelum pertandingan Quidditch pertama Harry, dia melihat Snape menerima perhatian medis dari Filch karena gigitan anjing berkepala tiga. Pada waktu main, sapu Harry lepas kontrol, membahayakan hidupnya, dan Hermione memperingatkan bahwa Snape menatap Harry dan berkomat-kamit. Dia berlari ke tempat Professor, menyenggol Professor Quirrell dalam ketergopohannya, dan membakar jubah Snape. Harry mendapat kembali kontrol sapunya dan menangkap Golden Snitch, memenangkan permainan untuk Gryffindor. Hagrid menolak untuk percaya bahwa Snape bertanggung jawab atas bahaya Harry, tetapi keceplosan bahwa dia membeli anjing berkepala tiga, dan bahwa monster itu menjaga rahasia kepunyaan Professor Dumbledore dan seseorang bernama Nicolas Flamel.
Harry dan para Weasley tinggal di Hogwarts untuk natal, dan salah satu hadiah Harry, dari pemberi tanpa nama, adalah jubah gaib. Harry menggunakan jubah itu untuk mencari di perpustakaan seksi terlarang untuk informasi tentang Flamel yang misterius, telah menghindar dari Snape dan Filch setelah sebuah buku yang mempesona menjerit seperti alarm, dan menyelip masuk ke ruangan berisi Cermin Tarsah, yang menunjukkan orang tuanya dan beberapa leluhur mereka. Harry menjadi kecanduan penglihatan Cermin dan ditolong oleh Professor Dumbledore, yang menjelaskan bahwa Cermin itu menunjukkan keputus-asaan orang yang melihat untuk waktu yang lama.
Ketika murid-murid kembali dari istirahatnya, Draco mengolok-olok Neville, dan Harry menghibur Neville dengan manis. Dan menemukan identitas Flamel dari kartu coklat kodok sebagai ahli kimia. Hermione segera menemukan bahwa dia laki-laki berumur 665 tahun yang hanya memiliki Batu Bertuah, yang bisa memberikan kehidupan. Beberapa hari kemudian Harry memperhatikan Snape mengendap-endap kea rah pinggiran Hutan Terlarang. Dia setengah mendengar percakapan tentang Batu Bertuah, Snape Tanya kepada Professor Quirrell jika dia menemukan cara melewati anjing berkepala tiga dan mengancam Quirrell untuk menentukkan dipihak mana dia berada. Harry menyimpulkan bahwa Snape mencoba untuk mencuri Batu dan Quirrell telah menyiapkan berbagai pertahanan untuk itu.
Harry, Ron dan Hermione mengetahui bahwa Hagrid memelihara seekor bayi naga, yang melawan hukum sihir, dan berencana menyelundupkannya keluar negara sekitar tengah malam. Draco datang, berharap membuat mereka gelisah dan mereka dalam masalah, dan Neville datang untuk memperingatkan mereka dari kejahatan Draco. Meskipun Ron digigit naga dan dikirim ke UKS, Harry dan Hermione bersemangat menyelamatkan naga kabur. Bagaimanapun, mereka tertangkap, dan Harry kehilangan jubah gaib. Sebagian dari hukuman mereka, Harry, Hermione, Draco dan Neville dipaksa untuk menolong Hagrid untuk menyelamatkan seekor unicorn yang terluka parah di Hutan Terlarang. Mereka terbagi manjadi dua pihak, Harry dan Draco menemukan unicorn yang telah mati, dikelilingi oleh darahnya. Sesosok berkerudung merayap ke bangkai dan meminum darahnya, sementara itu Draco menjerit dan melarikan diri. Sosok berkerudung itu bergerak kearah Harry, yang membuat bekas lukanya terasa terbakar. Ketika Harry sadar kembali, sosok berkerudung itu telah hilang dan seekor centaurus, Firenze, menawarkan diri untuk memberinya tunggangan untuk kembali ke sekolah. Centaurus itu menceritakan kepada Harry bahwa yang meminum darah seekor unicorn akan menyelamatkan hidup orang yang sekarat, tetapi meninggalkan mereka hanya tinggal sejengkal hidup. Firenze mengira Voldemort meminum darah unicorn untuk memperoleh kekuatan yang cukup untuk membuat hidup abadi dari Batu Bertuah, dan memperoleh kesehatan penuh dengan meminumnya. Sekembalinya dia, Harry mengetahui bahwa seseorang telah menyelipkan Jubah Gaib di bawah kain seprainya.
Beberapa minggu kemudian, saat bersantai setelah ujian berakhir, harry tiba-tiba menyadari bagaimana sesuatu yang illegal seperti sebuah telur naga menjadi milik Hagrid. Pengawas bintang liar itu bilang bahwa dia mendapatkan telur itu dari seseorang berkerudung yang tak dikenal yang membelikannya beberapa minuman dan menanyakannya bagaimana untuk melewati anjing berkepala tiga, yang diterima Hagrid dengan mudah – musik membuatnya tertidur. Menyadari bahwa salah satu pengamanan Batu Bertuah tidak terjamin, Harry pergi untuk memberitahu Professor Dumbledore, ternyata kepala sekolah telah pergi menghadiri sebuah pertemuan penting. Harry menyimpulkan bahwa Snape memalsukan pesan yang memanggil Dumbledore untuk pergi dan Snape akan mencoba untuk mencuri Batu Bertuah malam itu.
Ditutupi Jubah Gaib, Harry dan kedua temannya pergi ke ruangan anjing kepala tiga, dimana Harry mengirim monster itu untuk tidur dengan memainkan seruling. Setelah mengangkat pintu perangkap, mereka menghadapi berbagai rintangan, tiap-tiap rintangan memerlukan kemampuan khusus yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka, dan salah satunya mengharuskan Ron untuk mengorbankan dirinya. Di ruangan terakhir, sekarang sendirian, yang ditemukannya bukan Snape, tetapi Quirrell. Quirrell mengakui bahwa dia membiarkan troll mencoba untuk membunuh Hermione di toilet, dan bahwa dia mencoba uuntuk membunuh Harry pada saat pertandinga Quidditch pertama tetapi disenggol oleh Hermione. Snape mencoba untuk melindungi Harry dan mencurigai Quirrell. Quirrell melayani Voldemort, dan setelah gagal untuk mencuri Batu Bertuah dari Gringotts, mengijinkan tuannya untuk merasukinya dan memerintahkan untuk memperbaiki kesempatan yang memuaskan. Bagaimanapun ada objek lain dalam ruangan tersebut yaitu Cermin Tarsah, dan Quirrell dapat melihat ketidakadaan tanda-tanda dari Batu Bertuah. Pada tawaran Voldemort, Quirrell memaksa Harry untuk berdiri di depan Cermin. Harry merasa Batu itu jatuh kedalam kantongnya dan mencoba untuk berdalih. Quirrell melepas surbannya, menampakkan wajah Voldemort dibelakang kepalanya. Voldemort/Quirrell mencoba untuk merebut Batu itu dari Harry, tetapi begitu menyentuh Harry menyebabkan kulit Quirrell terbakar. Akhirnya perjuangan Harry berakhir.
Dia terbangun di rumah sakit sekolah, dimana Profesor Dumbledore menceritakan padanya bahwa dia bisa selamat karena pengorbanan ibunya untuk melindunginya, dan Voldemort tidak dapat mengerti kekuatan seperti cinta. Voldemort meninggalkan Quirrell yang mati, dan kemungkinan besar untuk kembali dengan segala cara. Dumbledore telah meramalkan bahwa Cermin Tarsah tidak menunjukkan pada Voldemort/Quirrell ingin menggunakannya, mereka ingin menggunakan batu bertuah untuk menyelamatkan hidup Voldemort, Harry dapat melihat Batu Bertuah karena dia ingin menemukannya bukan menggunakannya. Batu itu sekarang telah dimusnahkan.
Harry kembali ke keluarga Dursley pada liburan musim panas, tetapi tidak bercerita pada mereka kalau penyihir di bawah umur dilarang menggunakan sihir diluar Hogwarts.
Daftar Pemain Harry Potter
Gryffindor
- Tiga Tokoh Sentral
- Satu Angkatan Dengan Harry
- 1 Tahun Di Atas Harry
- 2 Tahun Di Atas Harry
- Fred dan George Weasley
- Lee Jordan
- Angelina Johnson
- Alicia Spinnet
- Kenneth Towler (teman sekamar Fred, George, dan Lee; salah satu korban lelucon mereka)
- Patricia Stimpson
- 4 Tahun Di Atas Harry
- 1 Tahun Di Bawah Harry
- 2 Tahun Di Bawah Harry
- 3 Tahun Di Bawah Harry
-
- Natalie McDonald (topi seleksi)
- 4 Tahun Di Bawah Harry
- Euan Abercrombie (topi seleksi)
- Tahun Masuk Tidak Diketahui
- Ritchie Coote
- Andrew Kirke
- Demelza Robins
- Jack Sloper
- Vicky Frobisher (Ikut uji coba Quidditch di buku kelima)
- Geoffrey Hooper (Ikut uji coba Quidditch di buku kelima)
Ravenclaw
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Anak Ravenclaw yang Lebih Tua Dari Harry
- Anak Ravenclaw Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Ravenclaw Yang Tahun Masuknya Tidak Diketahui
Hufflepuff
- Anak Hufflepuff Yang Satu Angkatan Dengan Harry
- Anak Hufflepuff Yang Lebih Tua Dari Harry
- Cedric Diggory (terbunuh di tahun 1995)
- Anak Hufflepuff Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Hufflepuff Yang Tahun Masuknya Tidak Diketahui
Slytherin
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Anak Slytherin Yang Lebih Tua Dari Harry
- Anak Slytherin Yang Lebih Muda Dari Harry
- Anak Slytherin Yang Umurnya Tidak Diketahui
Murid Hogwarts Yang Tidak Diketahui Berada Di Asrama Mana
- Satu Angkatan Dengan Harry
- Moon (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Sally-Anne Perks (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Nott (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Tidak Satu Angkatan Dengan Harry
- Derek (seorang anak kelas satu yang menghadiri pesta natal di saat Harry kelas tiga, yang ditawari chipola oleh Dumbledore)
- Harold Dingle
- Emma Dobbs (Diketahui dari Topi Seleksi)
- Patricia Stimpson (Satu angkatan dengan Fred dan George)
- Tidak Diketahui Umurnya
- Eloise Midgen (murid yang memiliki masalah jerawat yang gawat, beberapa kali disebutkan dalam percakapan, tapi tidak pernah benar-benar diperlihatkan)
- Leanne (teman Katie Bell)
Murid Murid Lain Yang Disebutkan Dalam Catatan J.K Rowling
Dalam acara TV spesial yang berjudul Harry Potter and Me, J.K Rowling menunjukkan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama murid yang satu angkatan dengan Harry. Setiap nama disertai dengan jenis kelamin, asrama, dan "status darah" (muggle, campuran, atau murni). Tetapi daftar ini bukanlah daftar yang baku, karena banyak karakter yang mengalami perubahan. Misalnya, Michael Corner dan Anthony Goldstein dalam catatan tersebut berada di asrama Hufflepuff, tapi ketika diperkenalkan pada Harry di Harry Potter and the Order of the Phoenix, keduanya adalah anak-anak Ravenclaw; bahkan Anthony Goldstein adalah salah satu prefek Ravenclaw.Ada beberapa murid dari angkatan Harry yang disebutkan dalam buku catatan itu, tapi justru belum muncul di buku. Mereka disebutkan dalam daftar di bawah ini sebagai kelengkapan, tapi mungkin beberapa nama dan asrama mereka berubah jika/ketika mereka muncul dalam buku.
- Stephen Cornfoot (Ravenclaw)
- Tracey Davis (Slytherin)
- Kevin Entwhistle (Ravenclaw)
- Wayne Hopkins (Hufflepuff)
- Megan Jones (Hufflepuff)
- Su Li (Ravenclaw)
- Isabel MacDougal (Ravenclaw, mungkin versi awal dari Morag McDougal)
- Malone (Tidak Diketahui)
- Rivers (Tidak Diketahui)
- Roper (Tidak Diketahui)
- Runcorn (Tidak Diketahui)
- Spinks (Tidak Diketahui)
Murid-Murid Hogwarts Di Masa Lalu
- Di Masa Tom Riddle
- Tom Riddle (Slytherin)
- Avery
- Rubeus Hagrid (Gryffindor)
- "Myrtle Merana" (terbunuh karena basilisk di tahun 1942, tapi sampai sekarang masih menghantui toilet wanita)
- Olive Hornby
- Rodolphus Lestrange
- Di Masa James Potter
- Bertram Aubrey
- Sirius Black (Gryffindor)
- Regulus Black (Slytherin)
- Lily Evans (Gryffindor)
- Davy Gudgeon (mencoba untuk melewati Dedalu Perkasa)
- Remus Lupin (Gryffindor)
- Peter Pettigrew (Gryffindor)
- James Potter (Gryffindor)
- Evan Rosier (Slytherin)
- Severus Snape (Slytherin)
- Wilkes
- Stebbins
Murid Dari Sekolah Sihir Lain
- Fleur Delacour (Beauxbatons)
- Gabrielle Delacour (Beauxbatons)
- Viktor Krum (Durmstrang)
- Poliakoff (Durmstrang) – salah satu murid yang disebutkan dalam Harry Potter and the Goblet of Fire, yang mengatakan kepada Karkaroff bahwa ia juga ingin anggur.
Guru-Guru dan Staf Hogwarts
Kepala Sekolah Hogwarts
- Severus Snape, (buku ke-7), dipilih oleh kementerian yang baru di bawah kendali Lord Voldemort, Slytherin
- Minerva McGonagall, 1997-? (akhir dari buku ke-6), menggantikan Dumbledore yang mati terbunuh, Gryffindor
- Albus Dumbledore, 1955-1997 (buku ke-6), Gryffindor
- Dolores Umbridge, 1995-1996 (buku ke-5)
- Armando Dippet, ?-1955
- Phineas Nigellus, Slytherin
- Dilys Derwent, 1741-1768
- Everard Proudfoot
- Fortescue
Kepala Asrama
- Aurora Sinistra (Guru Astronomi) – Kepala Asrama Ravenclaw
- Minerva McGonagall (Guru Transfigurasi) – Kepala Asrama Gryffindor
- Horace Slughorn (Guru Ramuan) – Kepala Asrama Slytherin sampai 1981; menjadi Kepala Asrama Slytherin dari 1997 (setelah Snape melarikan diri dari Hogwarts)
- Severus Snape (Guru Ramuan/Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam) – Kepala Asrama Slytherin 1981-1997
- Pomona Sprout (Guru Herbologi) – Kepala Asrama Hufflepuff
- Filius Flitwick (guru mantra)-Kepala asrama ravenclaw
Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam
Selama Harry berada di sekolah, masing-masing mengajar selama satu tahun.- Tahun ke-1: 1991-1992 - Quirinus Quirrell – merelakan tubuhnya untuk ditempati Voldermort, mati ketika Voldermort meninggalkannya setelah bertempur dengan Harry.
- Tahun ke-2: 1992-1993 - Gilderoy Lockhart – terkena jampi memorinya sendiri sehingga ia hilang ingatan dan sekarang berada di rumah sakit sihir St.Mungo.
- Tahun ke-3: 1993-1994 - Remus Lupin – mengundurkan diri setelah terungkap bahwa dia adalah manusia serigala.
- Tahun ke-4: 1994-1995 - Barty Crouch Jr. - (menjalankan misi Voldemort) menjadi guru dengan cara menyamar sebagai Alastor Moody (mantan auror dan guru yang sah) dengan cara meminum ramuan polijus. Moody yang asli dibius dengan mantera dan dikurung oleh Crouch selama setahun di dalam koper ajaib Moody sendiri. Crouch berakhir dengan mendapatkan Kecupan Dementor.
- Tahun ke-5: 1995-1996 - Dolores Umbridge – sekaligus sebagai Asisten Menteri Sihir, sangat ketat dengan peraturan dan dekrit-(yang dibuat-buat)-nya, sempat menjadi kepala sekolah, dibawa pergi dan dibuat trauma oleh Centaurus, karena menyebut mereka sebagai "turunan-campuran-kotor".
- Tahun ke-6: 1996-1997 - Severus Snape – meninggalkan Hogwarts setelah membunuh Dumbledore.
- Tahun ke-7: 1997-1998 - Amycus Carrow - mata pelarajan Pertahanan terhadap Ilmu Hitam tetap ada tetapi yang diajarkan adalah Ilmu Hitam itu sendiri.
Guru-guru Hogwarts Yang Lain
- Masa Lalu
- Albus Dumbledore - Transfigurasi, 52 tahun yang lalu
- Professor Kettleburn – Pemeliharaan Satwa Gaib sampai buku ke-3 (1993)
- Professor Merrythought – Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam 50 tahun yang lalu
- Horace Slughorn – Guru Ramuan 50 tahun yang lalu
- Saat ini
- Cuthbert Binns – Sejarah Sihir (satu-satunya guru Hogwarts yang hantu)
- Firenze – Ramalan sejak buku ke-5 (1995)
- Rubeus Hagrid – Pemeliharaan Satwa Gaib sejak buku ke-3 (1993)
- Madam Rolanda Hooch – Pelajaran Terbang, Wasit Quidditch
- Aurora Sinistra – Astronomi
- Sybill Patricia Trelawney – Ramalan
- Septima Vector - Arithmancy
- Charity Burbage - Telah Muggle ,dibunuh oleh Lord Voldemort
- Bathsheda Babbling – Rune Kuno
- Horace Slughorn - Ramuan – sudah pensiun, tapi berhasil diyakinkan untuk kembali mengajar di Hogwarts di buku ke-6 (1996)
- Guru Pengganti
- Wilhelmina Grubbly-Plank – Pemeliharaan Satwa Gaib
Karyawan Hogwarts yang lain
- Apollyon Pringle (penjaga sekolah di masa lalu)
- Argus Filch (penjaga sekolah di saat ini)
- Ogg (pemegang kunci di masa lalu)
- Rubeus Hagrid (pemegang kunci tanaman)
- Irma Pince (petugas perpustakaan)
- Poppy Pomfrey (perawat)
Penguji OWL (Ordinary Wizarding Level)
Staf dari Sekolah Sihir Lain
- Igor Karkaroff (Kepala Sekolah Durmstrang)
- Olympe Maxime (Kepala Sekolah Beauxbatons)
Pengajar Lain
- Wilkie Twycross (Pengajar Apparate dari Kementerian Sihir)
Para Hantu
- Nick-Si-Kepala-Nyaris-Putus, hantu Gryffindor (Sir Nicholas de Mimsy-Porpington)
- Baron Berdarah, hantu Slytherin
- Rahib Gemuk, hantu Hufflepuff
- Nyonya Kelabu/Helena ravenclaw, hantu Ravenclaw
- Professor Binns
- Myrtle Merana
- Sir Patrick Delaney-Podmore
- Peeves
Lukisan
- Lukisan di kantor Kepala Sekolah
- Dilys Derwent (berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo's Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
- Everard Proudfoot (berhubungan dengan lukisannya di Kementrian Sihir)
- Fortescue
- Phineas Nigellus (berhubungan dengan lukisannya di Grimmauld Place nomor 12)
- Armando Dippet
- Albus Dumbledore (sejak kematiannya di tahun 1997)
- All previous headmasters
- Lukisan Lain di Hogwarts
- Nyonya Gemuk
- Violet (kawan Nyonya Gemuk ~ berhubungan dengan lukisannya di rumah sakit St Mungo's Hospital Untuk Penyakit dan Luka-Luka Sihir)
- Sir Cadogan
- Putri Duyung di Kamar Mandi Prefek
- Lukisan di Tempat Lain
- Elfrida Clagg (Kementrian Sihir)
- Walburga Black (Grimmauld Place nomor 12, ibu Sirius)
- Lukisan di kantor Perdana Menteri Muggle ("pria kecil bertampang kodok memakai wig perak panjang")
Orde Phoenix
Selama Perang Kedua
- Albus Dumbledore (pemimpin Orde; meninggal pada bulan Juni 1997)
- Amelia Bones (meninggal di bulan Juli atau Agustus 1996)
- Sirius Black (meninggal di bulan Juni 1996)
- Dedalus Diggle
- Elphias Doge
- Aberforth Dumbledore
- Arabella Figg
- Mundungus Fletcher (dipenjara)
- Rubeus Hagrid
- Hestia Jones
- Remus Lupin
- Minerva McGonagall
- Alastor Moody
- Sturgis Podmore
- Kingsley Shacklebolt
- Nymphadora Tonks
- Emmeline Vance (meninggal pada bulan Juli atau Agustus 1996)
- Arthur Weasley
- Bill Weasley
- Charlie Weasley
- Molly Weasley
Agen Ganda
- Peter Pettigrew (sampai 1981, sekarang menjadi Pelahap Maut)
- Severus Snape (sampai 1997, terakhir diketahui berada di pihak Orde Phoenix, mengikuti permintaan Albus Dumbledore untuk menyusup pada pihak Voldermort)
Terluka Parah Akibat Perang Pertama
- Frank dan Alice Longbottom adalah pasangan Auror dan orangtua dari sahabat Harry Potter, Neville Longbottom. Frank dan Alice Longbottom dilukai oleh Bellatrix Lestrange dengan kutukan Cruciatus, satu dari Tiga Kutukan Tak Termaafkan, sekarang kehilangan ingatan dan dirawat di St. Mungo.
Meninggal di Perang Pertama
- Edgar Bones – dibunuh oleh Pelahap Maut
- Caradoc Dearborn – kemungkinan dibunuh oleh Pelahap Maut, mayatnya tidak pernah ditemukan.
- Benjy Fenwick – dibunuh oleh Pelahap Maut
- Marlene McKinnon – dibunuh oleh Travers dan Pelahap Maut lainnya
- Dorcas Meadows – dibunuh oleh Voldemort
- James Potter – dibunuh oleh Voldemort
- Lily Potter – dibunuh oleh Voldemort
- Fabian Prewett – dibunuh oleh Pelahap Maut
- Gideon Prewett – dibunuh oleh Pelahap Maut
Penyihir Hitam
Pelahap Maut
- Saat Ini
- Lord Voldemort (pimpinan)
- Alecto
- Amycus
- Avery
- Crabbe Sr. (ayah dari Vincent Crabbe)
- Antonin Dolohov
- Goyle Sr. (ayah dari Gregory Goyle)
- Fenrir Greyback (manusia serigala)
- Jugson
- Bellatrix Lestrange
- Rabastan Lestrange
- Rodolphus Lestrange
- Walden Macnair
- Draco Malfoy
- Lucius Malfoy
- Narcissa Malfoy
- Mulciber
- Nott Sr. (ayah dari Theodore Nott)
- Peter Pettigrew
- Augustus Rookwood
- Severus Snape (agen ganda)
- Travers
- Yaxley
Penyihir Hitam Yang Mati atau Tidak Memiliki Jiwa
- Barty Crouch Jr. (diberi Kecupan Dementor di tahun 1995)
- Quirinus Quirrell
- Evan Rosier
- Wilkes
- Gibbon
Pengkhianat Pelahap Maut
- Igor Karkaroff (dibunuh di tahun 1996)
- Regulus Black (diperkirakan dibunuh sekitar tahun 1980-an)
Penyihir Hitam Yang Lain
Kementrian Sihir
Staf Kementerian dan Departemen
- Millicent Bagnold (1980-1990, sebelum Cornelius Fudge)
- Cornelius Fudge (buku 1 sampai 5)
- Rufus Scrimgeour (dari buku ke-6)
- Ludo Bagman (mantan Kepala Departemen Olahraga dan Permainan Sihir)
- Bob (Departmen Peraturan dan Pengawasan Makhluk-makhluk Sihir)
- Broderick Bode (mantan Unspeakable, meninggal tahun 1995)
- Amelia Bones (mantan Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, meninggal tahun 1996)
- Dirk Cresswell (Kepala Kantor Hubungan Goblin, meninggal tahun 1997 saat sedang dalam pelarian. Kematiannya disebutkan dalam siaran Potterwatch.)
- Croaker (Unspeakable)
- Bartemius Crouch, Sr. (mantan Kepala Departemen Kerjasama Sihir Internasional)
- Amos Diggory (Departemen Peraturan dan Pengawasan Makhluk-makhluk Sihir)
- Madam Edgecombe (Departemen of Transportasi Sihir, Otoritas Jaringan Floo)
- Mafalda Hopkirk (Kantor Penggunaan Sihir Tidak Pada Tempatnya)
- Bertha Jorkins (mantan pegawai Departemen Olahraga dan Permainan Sihir, Departemen Kerjasama Sihir Internasional)
- Walden Macnair (Komite Pemunahan Makhluk-makhuk Sihir Berbahaya, Pelahap Maut)
- Cuthbert Mockridge (Kantor Hubungan Goblin)
- Bob Ogden (karyawan Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir 50 tahun yang lalu)
- Arnold Peasegood (Obliviator)
- Perkins (kantor Penyalahgunaan Barang-barang Muggle)
- Newt Scamander (mantan karyawan Departemen Satwa Gaib, Divisi Hewan)
- Dolores Umbridge (mantan Asisten Khusus Menteri Sihir)
- Rufus Scrimgeour (mantan Kepala Divisi Auror, sekarang Menteri Sihir)
- Wilkie Twycross (karyawan Pusat Pengujian Apparate)
- Arthur Weasley (mantan karyawan departemen Penyalahgunaan Barang-barang Muggle, sekarang Kepala Kantor Pendeteksian dan Penyitaan Mantra Pertahanan dan Benda Perlindungan Palsu)
- Percy Weasley (Menteri Junior)
- Gilbert Wimple (Komite Mantra-mantra Eksperimen)
- Tiberius McLaggen (Paman dari Cormac Mclaggen)
- Basil (Petugas Transportasi)
- Eric Munch (petugas keamanan di Atrium)
Auror
- Dawlish
- Alice Longbottom (tidak dapat bertugas)
- Frank Longbottom (tidak dapat bertugas)
- Alastor 'Mad-Eye' Moody (tewas dalam buku ke-7, dibunuh Voldemort langsung)
- Proudfoot
- Gawain Robards (Kepala Kantor Auror saat ini, menggantikan Scrimgeour)
- Savage
- Kingsley Shacklebolt (dulu adalah kepala perburuan Sirius, saat ini ditempatkan di kantor Perdana Menteri Inggirs untuk melindunginya)
- Nymphadora Tonks (tewas dalam buku ke-7)
- Williamson
Anggota Wizengamot
- Albus Dumbledore (Chief Warlock)
- Griselda Marchbanks (Tetua)
- Tiberius Ogden (Tetua)
- Elphias Doge
Orang-Orang Yang Berhubungan Dengan Quidditch
Pemain Quidditch Hogwarts
Pemain Quidditch Internasional
- Pemain Quidditch Yang Lain
- Gwenog Jones (Kapten Holyhead Harpies)
- Ludo Bagman (mantan beater Winbourne Wasp)
- Oliver Wood (pemain cadangan Puddlemere United)
- Catriona MacCormack
- Rudolf Brand (seeker Heidelsburg Harriers)
- Gwendolyn Morgan (keeper) Holyhead Harpies)
- Glynnis Griffiths (seeker) Holyhead Harpies)
- Roderick Plumpton (memecahkan rekor tangkapan snitch-3 1/2 detik)
- Barry Ryan (beater tim Quidditch Irlandia)
- Meaghen MacCormack (putri dari Catriona MacCormack)
- Karl Broadmoore (beater Falmouth Falcons)
- Kevin Broadmoore, (Beater Falmouth Falcons)
- Darren O'Hare
- "Dangerous" Dai Llewellyn (pemain Caerphilly Catapults yang dimakan seekor Chimaera ketika ia berlibur di Mykonos, Yunani)
- Josef Wronski (pencipta taktik Wronski Feint)
Orang Lain Yang Berhubungan Dengan Quidditch
Hassan Mostafa, wasit di Final Piala Dunia Quidditch ke-422Penyihir Terkenal
Penyihir Terkenal Yang Terdapat Dalam Cokelat Kodok
- Agrippa
- Circe
- Cliodna
- Albus Dumbledore
- Alberic Grunnion
- Hengist of Woodcroft
- Merlin
- Morgana
- Paracelsus
- Ptolemy
Pendiri Hogwarts
Penyihir Terkenal Lain
- Nicholas Flamel
- Perenelle Flamel
- Urquhart Rackharrow
- Wendelin si Aneh
- Bowman Wright (terkenal karena menciptakan Golden Snitch)
Keluarga Dekat Dari Karakter Utama
- Alphard Black – Paman Sirius Black
- Elladora Black – Bibi Sirius Black
- Orion Black – Ayah Sirius Black
- Walburga Black – Ibu Sirius Black
- Fergus – Sepupu Seamus Finnigan
- Fridwulfa – Ibu Rubeus Hagrid (raksasa)
- Morfin Gaunt – Paman Lord Voldemort
- Merope Gaunt – Ibu Lord Voldemort
- Marvolo Gaunt – Kakek Lord Voldemort
- Tom Riddle Sr. – Ayah Lord Voldemort yang Muggle
- Algie Longbottom – Adik dari Nenek Neville Longbottom
- Augusta Longbottom – Nenek Neville Longbottom
- Enid Longbottom - Adik dari Nenek Neville Longbottom
- Abraxas Malfoy – Kakek Draco Malfoy
- Narcissa Malfoy - Istri Lucius Malfoy, Ibu Draco Malfoy, sepupu Sirius Black, saudara kandung Bellatrix Lestrange
- Araminta Meliflua – Sepupu dari Ibu Sirius Black
- Eileen Prince – Ibu Severus Snape
- Tobias Snape – Ayah Severus Snape yang Muggle
- Andromeda Tonks – Ibu Nymphadora Tonks
- Ted Tonks – Ayah Nymphadora Tonks yang kelahiran Muggle
- Cassandra Trelawney – Nenek buyut Sibyll Trelawney
- Sepupu Molly Weasley yang akuntan
- Nyonya Zabini – Ibu Blaise Zabini
Penyihir yang Lain
Penyihir yang berhubungan dengan Diagon Alley, Knockturn Alley dan Hogsmeade
- Borgin
- Caractacus Burke
- Aberforth Dumbledore
- Florean Fortescue
- Madam Malkin
- Mr Ollivander
- Madam Rosmerta
- Tom, bartender Leaky Cauldron
- Fred Weasley
- George Weasley
Penyembuh
- Dilys Derwent
- Augustus Pye
- Hippocrates Smethwyck
- Miriam Strout
- Mungo Bonham (pendiri St. Mungo's Hospital)
Penulis Buku
- Gilderoy Lockhart menulis "Magical Me", "Traveling with Troll", "Voyage with Vampire", "Year with Yeti"
- Newt Scamander menulis Fantastic Beasts And Where To Find Them
- Kennilworthy Whisp menulis Quidditch Through The Ages
- Bathilda Bagshot menulis History of Magic
- Libatius Borage menulis Advanced Potion Making
- Miranda Goshawk
- Inigo Imago
- Arsenius Jigger
- Wilbert Slinkhard
- Phyllida Spore
- Emeric Switch
- Quentin Trimble
- Cassandra Vablatsky
- Adalbert Waffling
- Eldred Worple
Pemain Musik
- Stubby Boardman, penyanyi utama dari band the Hobgoblins
- Celestina Warbeck, penyanyi
- The Weird Sisters, sebuah band
- Heathcote Barbary, pemain gitar rhythm The Weird Sisters
- Herman Wintringham, pemain flute The Weird Sisters
- Gideon Crumb, pemain bagpipe The Weird Sisters
- Donaghan Tremlett, pemain bass The Weird Sisters
- Orsino Thruston, pemain drum The Weird Sisters
- Merton Graves, pemain cello The Weird Sisters
- Kirley McCormack Duke, pemain lead guitar The Weird Sisters
- Myron Wagtail, penyanyi utama The Weird Sisters
Lain-Lain
- R.A.B. (ditemukan di salah satu horcrux Voldemort)
- Doris Crockford
- Barnabas Cuffe
- Ambrosius Flume
- Gladys Gudgeon
- Ciceron Harkiss
- Madam Marsh
- Tiberius Ogden
- Ernie Prang (sopir Bus Ksatria)
- Doris Purkiss
- Sanguini (vampire, teman Slughorn)
- Stan Shunpike (kondektur Bus Ksatria)
- Rita Skeeter (animagus, reporter The Daily Prophet)
- Veronica Smethley
- Hepzibah Smith
- Willy Widdershins
- Timothy Blenkinsop, seorang supporter Puddlemere United
Karakter Non-Sihir
Squib
- Arabella Figg
- Argus Filch
- Saudara Keluarga Weasley yang akuntan
Muggle
- Keluarga Dursley
- Vernon Dursley
- Petunia Dursley
- Dudley Dursley
- Marjorie Dursley (Bibi Marge)
- Geng Dudley
- Lain-lain
- Perdana Menteri Inggris (kemungkinan John Major)
- Hetty Bayliss
- Amy Benson
- Dennis Bishop
- Frank Bryce
- Cecilia
- Herbert Chorley
- Nyonya Cole
- Mary Dorkins
- Dot (warga Little Hangleton yang menyebarkan gosip tentang pembunuhan Keluarga Riddle)
- Mark Evans (ditilik dari nama belakangnya, banyak pembaca yang berasumsi bahwa ia mempunyai hubungan dengan ibu dan bibi Harry. Namun hal ini dibantah Rowling, dan menyatakan bahwa kesamaan nama ini hanyalah kebetulan belaka)
- Angus Fleet
- Colonel Fubster
- Jim McGuffin
- Tuan dan Nyonya Granger, orangtua Hermione
- Tuan dan Nyonya Mrs Mason, klien Vernon Dursley
- Tuan Payne
- Tuan Prentice
- Tom Riddle Sr. dan orangtuanya
- Tuan dan Nyonya Roberts dan kedua anak mereka (dari Piala Dunia Qiudditch)
- Billy Stubbs
- Ted, penyiar di acara berita sore
- Nyonya Tetangga Sebelah, seorang wanita tak-bernama yang tinggal di sebelah rumah Keluarga Dursley
Karakter Lain
Peri Rumah
- Dobby (pernah bekerja di rumah Keluarga Malfoy, sempat bekerja di Hogwarts meninggal di buku ke-7 ketika berusaha menyelamatkan Harry Potter dari rumah kediaman Malfoy)
- Hokey (Peri Rumah Hepzibah Smith)
- Kreacher (Peri Rumah yang diwariskan Sirius kepada Harry – yang disuruh untuk bekerja dengan Peri Rumah lain di Hogwarts)
- Winky (pernah bekerja di rumah Keluarga Crouch, sekarang di Hogwarts)
Goblin
Modern
Masa Lalu
Raksasa
- Setengah-Raksasa
- Manusia Serigala
- Fenrir Greyback
- Remus Lupin
- Bill Weasley, belum sepenuhnya manusia serigala, tapi kemungkinan memiliki sifat-sifat manusia serigala (sejak buku ke-6).
Hewan Peliharaan dan Makhluk Sihir Lainnya
Burung Hantu
- Errol (milik Keluarga Weasley)
- Hedwig (milik Harry Potter)
- Hermes (milik Percy Weasley)
- Pigwidgeon (milik Ron Weasley)
- Burung Hantu-Elang milik Keluarga Malfoy (nama tidak diketahui)
Kucing
- Crookshanks (milik Hermione Granger)
- Kucing Millicent Bulstrode (nama tidak diketahui)
- Mrs Norris (kucing Argus Filch)
- Paws, Snowy, Tibbles dan Tufty (milik Arabella Figg)
- Minerva McGonagall (animagus kucing)
Anjing
- Fang (milik Hagrid)
- Fluffy (anjing Hagrid yang berkepala tiga)
- Ripper (milik bibi Marge)
- Sirius Black (animagus anjing) alias Padfoot
www.google.comHewan Peliharaan dan Makhluk Lain
- Aragog (Acromantula milik Hagrid, yang hidup di Hutan Terlarang, mati di buku ke-5)
- Arnold (Pygmy Puff ungu milik Ginny Weasley)
- Binky (kelinci Lavender Brown yang dimakan serigala)
- Fawkes (burung phoenix milik Albus Dumbledore)
- Nagini (ular milik Lord Voldemort)
- Norbert (bayi naga milik Hagrid yang dibawa ke Rumania oleh Charlie Weasley)
- Scabbers (tikus milik Ron Weasley, yang sebenarnya adalah animagus Peter Pettigrew)
- Trevor (katak Neville Longbottom)
- Buckbeak (alias Witherwings), seekor hippogriff yang pada mulanya milik Hagrid, kemudian Sirius Black, kemudian Harry yang dirawat oleh Hagrid
- Dementor, penjaga penjara sihir Azkaban, yang sekarang menjadi pengikut Voldermort
Langganan:
Postingan (Atom)








